Harga Saham BBCA hingga WIFI Melonjak Diburu Investor Asing

Harga Saham BBCA hingga WIFI Melonjak Diburu Investor Asing

Saham BBCA dan WIFI melonjak diburu investor asing saat IHSG naik 2,19% ke 8.088,98. Net buy asing capai Rp533,30 miliar, didorong sentimen positif global.

(Bisnis.Com) 20/10/25 17:53 10040

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham menjadi buruan investor asing pada perdagangan hari ini, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI), ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) menanjak 2% lebih.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 2,19% ke level 8.088,98. IHSG bergerak di level terendah 7.937,39 dan mencatatkan level tertinggi sepanjang perdagangan hari ini di level 8.117,27.

IHSG ditutup dengan nilai transaksi yang diperdagangkan mencapai Rp22,75 triliun, volume transaksi 33,89 miliar lembar, dan frekuensi transaksi 2,35 juta kali. Adapun, market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp14.974 triliun.

Deretan saham dengan nilai transaksi tinggi mencatatkan penguatan harga pada perdagangan hari ini. Saham bank jumbo seperti BBCA misalnya melonjak 5% pada perdagangan hari ini.

Selain itu, harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melonjak 15,52%, PT Astra International Tbk. (ASII) naik 5,33%, dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) naik 2,08%.

Seiring dengan kinerja kinclong IHSG, pasar saham Indonesia mencatat masuknya dana asing. Tercatat, nilai beli bersih atau net buy asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp533,30 miliar pada perdagangan hari ini.

Sejumlah saham tercatat menjadi incaran beli oleh investor asing pada perdagangan hari ini. Saham BBCA misalnya mencatatkan net buy asing sebesar Rp894,09 miliar pada perdagangan hari ini.

Kemudian, saham ASII mencatatkan net buy asing sebesar Rp72,58 miliar, TLKM mencatatkan net buy asing sebesar Rp55,91 miliar, dan WIFI mencatatkan net buy asing sebesar Rp46,61 miliar.

IHSG pada perdagangan hari ini berhasil berbalik dari kondisi lesu perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (17/10/2025), IHSG ditutup melemah sebesar 2,57% ke level 7.915,66.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat rebound IHSG ditopang oleh kinerja kinclong sektor keuangan. Sentimen positif berasal dari penguatan indeks bursa global dan regional karena meredanya kekhawatiran akan perang dagang AS-China. Rupiah juga menguat seiring dengan penguatan mata uang negara Asia lainnya.

Dari domestik, pemerintah menambah bantuan langsung tunai (BLT) untuk 35 juta lebih keluarga penerima manfaat dengan anggaran Rp30 triliun yang berasal dari efisiensi anggaran sejak awal 2025. BLT ini dilakukan untuk periode Oktober-Desember 2025 yang diharapkan dapat mendorong kenaikan daya beli masyarakat.

"Ekspektasi penurunan suku bunga BI Rate dan Fed Fund Rate juga menjadi faktor positif," kata Tim Riset Phintraco Sekuritas pada hari ini, Senin (20/10/2025).

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus juga telah memproyeksi IHSG menguat pada perdagangan pekan ini (20-24 Oktober 2025) akibat pemangkasan suku bunga dan rilis data ekonomi penting AS.

Menurutnya, kondisi pasar modal Indonesia juga masih akan dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi pada pekan lalu seperti ketegangan antara AS dan China yang kembali memanas. Selain itu, terdapat rencana Menteri Keuangan untuk menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke 8% untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menggerakkan sektor riil.

Para pelaku pasar kemungkinan besar akan memanfaatkan kondisi market yang sudah terkoreksi untuk mulai mengoleksi saham-saham bervaluasi menarik atau bottom fishing method.

"Kemungkinan besar, konsentrasi pasar akan cenderung melakukan diversifikasi pengalokasian dana dengan proporsi sebagai berikut: Alokasi untuk sektor sensitif dengan suku bunga [perbankan, properti, infrastruktur], mengambil momentum pada emiten-emiten komoditas terutama emas dan memanfaatkan momentum pada saham-saham konglomerasi," ujar Indri dalam keterangan tertulis pada hari ini, Senin (20/10/2025).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ia pun menilai IHSG akan bergerak bervariatif cenderung menguat dalam rentang support 7.730 hingga resistance 8.100 pada pekan ini.

#bbca-saham #wifi-saham #ihsg-melonjak #investor-asing #net-buy-asing #saham-bank-jumbo #harga-saham-bbca #harga-saham-wifi #saham-asii #saham-tlkm #pasar-modal-indonesia #kinerja-ihsg #dana-asing-masu

https://market.bisnis.com/read/20251020/7/1921887/harga-saham-bbca-hingga-wifi-melonjak-diburu-investor-asing