IHSG Kembali Cetak Rekor, Sempat Sentuh 9.000 di Perdagangan Hari Ini
IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) dengan menyentuh level psikologis 9.000 pada perdagangan sesi pertama hari ini.
(Kompas.com) 12/01/26 13:40 100706
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dengan menyentuh level psikologis 9.000 pada perdagangan sesi pertama (12/1/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.57 WIB, IHSG berada di level 8.947,963, naik 11,208 poin atau 0,13 persen. Sejak awal perdagangan, indeks bergerak di zona hijau dan dibuka di posisi 8.991,760.
Pada sesi awal, IHSG menembus level tertinggi harian di 9.000,967. Namun penguatan tersebut belum mampu bertahan lama. Tekanan jual yang muncul membuat indeks kembali bergerak turun dan berfluktuasi di bawah 9.000.
Dalam perjalanannya, IHSG sempat menyentuh angka terendah harian di 8.941,715, sebelum akhirnya kembali menguat tipis dan bertahan di zona hijau siang ini.
Aktivitas transaksi di pasar saham terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 33,856 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,724 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2.624.176 kali.
Dari sisi pergerakan saham, 359 saham tercatat menguat, sementara 311 saham melemah dan 141 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar BEI menyentuh Rp 16.289,934 triliun.
Untuk diketahui pada perdagangan Kamis (8/1/2026), indeks sempat mencetak ATH dengan menyentuh level 9.000 secara intraday. Aksi beli investor asing di pasar reguler menjadi salah satu pendorong utama penguatan tersebut.
IHSG memang diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin hari ini. Indeks diprediksi menguji area 9.030-9.077. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan kemarin, IHSG menguat 0,13 persen ke level 8.936.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], yang menandakan indeks masih berada dalam struktur penguatan lanjutan. Dengan formasi itu, IHSG berpotensi menuju area 9.030-9.077, selama mampu bertahan di atas level support terdekat.
“Saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga dapat dicermati area penguatan pada rentang 9,030-9,077,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek. Koreksi teknikal diperkirakan dapat menguji rentang 8.843-8.904. Adapun level support IHSG berada di 8.867 dan 8.806, sementara resistance terdekat terpantau di 8.996 dan 9.030.
“Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8,843-8,904. Support 8,867, 8,806 dan resistance: 8,996, 9,030,” paparnya.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang