Sucorinvest AM: Suku Bunga Rendah Kerek AUM Reksa Dana Ratusan Persen
Sucorinvest AM mencatat kenaikan AUM reksa dana ratusan persen pada 2025, didorong suku bunga rendah. RDPU tumbuh 174,33%, RDPT naik 129,71%.
(Bisnis.Com) 13/01/26 16:22 102151
Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi PT Sucorinvest Asset Management membukukan kenaikan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga ratusan persen di sejumlah produk reksa dana sepanjang 2025. Pemangkasan suku bunga BI menjadi salah satu katalis yang mendorong solidnya kinerja Sucorinvest sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan data Sucorinvest AM, produk Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) mencetak pertumbuhan dana kelolaantertinggi meroket 174,33% atau setara dengan Rp11,59 triliun sepanjang 2025.
Sucorinvest Money Market Fund menjadi salah satu produk RDPU Sucor yang membukukan kenaikan harga 5,60% selama satu tahun terakhir. Laman resmi Sucorinvest AM menunjukkan dana kelolaan produk ini mencapai Rp10,24 triliun per 9 Januari 2026.
Terdapat pula produk Sucorinvest Sharia Money Market Fund yang telah membukukan kenaikan harga sebesar 5% sepanjang satu tahun belakangan. Dana kelolaan produk ini mencapai Rp12,93 triliun.
Selain RDPU, Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) turut mencatatkan pertumbuhan 129,71% atau sebesar Rp7,19 triliun, reksa dana campuran tercatat naik Rp590 miliar, reksa dana saham tercatat tumbuh Rp480 miliar. Duaproduk reksa dana terakhir tumbuh masing-masing 13,34% dan 8,82%.
“Secara keseluruhan, semua kategori produk reksa dana menopang kenaikan AUM Sucorinvest AM. Di mana, produk reksa dana yang memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar sepanjang 2025 adalah RDPU yang tumbuh 174,33% atau setara dengan Rp11,59 triliun,” kata Head of Investment Specialist & Product Development Sucorinvest AM Lolita Liliana kepada Bisnis, Selasa (13/1/2026).
Adapun penurunan suku bunga acuan sepanjang 2025 dinilai menjadi salah satu katalis yang mendorong investor beralih dari instrumen deposito ke instrumen investasi RDPU yang menawarkan imbal hasil tinggi, tetapi risiko yang rendah.
Sementara itu, penguatan pasar obligasi sepanjang tahun lalu juga dinilai menjadi penopang daya tarik investor terhadap RDPT.
“Selain itu, performa reksa dana saham yangoutperformjuga menarik perhatian investor yang juga menopang kinerja reksa dana campuran,” katanya.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksa dana tercatat sebagai yang tertinggi pada Desember 2025. Tidak hanya dibandingkan tahun lalu, torehan total AUM tersebut bahkan jauh melampaui realisasi sejak 2020.
AUM reksa dana tumbuh dengan signifikan 35,94% YoY pada 2025 menjadi Rp658,69 triliun. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana juga tumbuh 35,26% YoY menjadi Rp675,32 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#suku-bunga-rendah #aum-reksa-dana #sucorinvest-asset-management #reksa-dana-pasar-uang #sucorinvest-money-market-fund #sucorinvest-sharia-money-market-fund #reksa-dana-pendapatan-tetap #reksa-dana-cam