Diteror usai Kritik Pemerintah soal Bencana Sumatera, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi

Diteror usai Kritik Pemerintah soal Bencana Sumatera, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi

Aktivis lingkungan Greenpeace Iqbal Damanik dan kreator konten Yansen melaporkan dugaan teror setelah menyuarakan suara kritis soal penanganan bencana banjir Sumatera.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 14/01/26 16:34 103353

JAKARTA - Aktivis lingkungan Greenpeace Iqbal Damanik dan kreator konten Yansen melaporkan dugaan teror setelah menyuarakan suara kritis soal penanganan bencana banjir Sumatera. Mereka didampingi sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD).

Gema Gita, salah satu advokat tim tersebut mengatakan, teror yang dilancarkan kepada Iqbal dan Yansen merupakan suatu tindak pidana. Sehingga, pelaku atau peneror mesti diproses secara hukum.

Teror yang dialami para pengkritik kebijakan pemerintah bersifat berulang dan terpola. "Kami sebenarnya mendorong pihak kepolisian untuk memandang kasus ini secara holistik dan secara lebih makro bahwa ini bukan tindakan ancaman saja, tapi ada motif-motif politis yang kemudian memicu ancaman tersebut," ujar Gema saat pelaporan di Bareskrim Polri, Rabu (14/1/2026).

Yansen mendapati teror berulang yang mengancam keselamatan diri dan keluarganya setelah menanggapi kebijakan pemerintah terhadap korban bencana Sumatera.

Sejalan itu, Iqbal yang berstatus aktivis lingkungan juga diteror dengan dampak serupa. Teror semacam ini memperlihatkan realitas bagaimana suara kritis atas kerja-kerja pemerintah diredam.

"Jadi, bukan hanya bentuk ancaman biasa, bukan bentuk intimidasi biasa, tapi sudah pada dugaan tindak pidana teror yang menyebabkan ketakutan secara meluas," kata Gema.

Pada Desember 2025 lalu, Iqbal Damanik diteror dengan bangkai ayam tanpa kepala yang dikirimi ke kediamannya. Dia dikirimi pesan agar tak bersuara kritis kembali soal penanganan bencana Sumatera.

Sementara, Yansen diteror dengan cara doxing dan peretasan kartu SIM ponselnya. Dia mengkritik tindakan pemerintah saat penanganan bencana Sumatera melalui media sosial pribadinya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terbuka atas segala kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatera dan Aceh.

"Kami, pemerintah mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana Sumatera," ujar Tito di Jakarta pada Desember 2025 lalu.
(jon)

#teror #bencana #aktivis #kreator-konten #banjir-sumatera

https://daerah.sindonews.com/read/1666151/6/diteror-usai-kritik-pemerintah-soal-bencana-sumatera-aktivis-greenpeace-dan-kreator-konten-lapor-polisi-1768381299