Profil Ari Askhara Dirut Baru Humpuss Maritime (HUMI), Eks Bos Garuda (GIAA)
Ari Askhara diangkat sebagai Dirut baru HUMI, menggantikan Tirta Hidayat. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Dirut Pelindo, Dirut Garuda, dan Dirut GTSI.
(Bisnis.Com) 15/01/26 09:01 103996
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pelayaran milik Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) resmi mengangkat eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara sebagai Direktur Utama.
Ari Askhara diangkat menjadi Direktur Utama HUMI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu (14/1/2026). Dia menggantikan Direktur Utama HUMI sebelumnya, yaitu Tirta Hidayat.
“Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup, pengembangan armada, dan diversifikasi usaha yang berkelanjutan, berbasis pada integrated maritime & energy logistics nasional, bukan hanya sekedar ship owner,” kata Ari dalam pernyataan resminya, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, Ari juga menekankan pada efisiensi biaya operasional, pendanaan dan keuangan, dengan tetap mengutamakan kualitas layanan HUMI kepada pelanggan. Dengan begitu, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu target Ari ke depan.
Sebelum berlabuh sebagai Direktur Utama HUMI, Ari Askhara lebih dulu menjabat sebagai Dirut PT GTS Internasional Tbk. (GTSI). Dia diangkat dalam RUPSLB pada 23 April 2025.
Sebagai informasi, GTSI merupakan anak usaha PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI). HUMI tercatat memegang 84,80% saham GTSI, dan sisanya publik sebesar 15,20%.
Menilik profilnya, Ari Askhara merupakan pria yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada. Di Jogja, dia menamatkan jenjang sarjananya pada periode 1990–1994.
Selepas menempuh pendidikan di Jogja, Ari menjajaki karir pertamanya di Bank Mandiri sejak 1994–2005. Selama sekitar 11 tahun bergabung dengan salah satu bank himbara tersebut, Ari menapaki karir sebagai VP Deutsche Bank pada periode 2006–2008. Terhitung hingga 2011, karir Ari berada di industri perbankan, seperti Barclays Investment Bank atau Standard Chartered Bank.
Baru sejak 2014, Ari menapaki karir di PT Pelabuhan Indonesia 3 (Persero) atau Pelindo. Tidak berselang lama di Pelindo, Ari menjabat sebagai CFO dan Risk Director di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) pada periode 2014–2016.
Ari juga tercatat sempat menjabat sebagai CEO Pelindo pada periode 2017–2018 dan menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia pada periode 2018–2020.
Namun, Garuda diterpa rentetan kabar tidak sedap selama kepemimpinan Ari Askhara. Salah satunya, GIAA menghadapi kasus manipulasi Laporan Keuangan 2018.
Dalam kasus itu, laporan keuangan Garuda Indonesia dianggap tidak sesuai dengan standar pelaporan dan akuntansi karena mencantumkan pendapatan dimuka dari PT Mahata Aero Teknologi sehingga perseroan meraih laba US$809.000.
Berikutnya, kinerja operasional GIAA diperkeruh oleh kisruh kerja sama operasi antara Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air.
Kasus lain yang menyita perhatian publik dengan skala nasional adalah ketika terungkap kabar bahwa Ari Askhara terlibat dalam penyelundupan suku cadang motor Harley Davidson bekas dan 2 unit sepeda Brompton yang dibawa masuk ke Indonesia menggunakan Airbus 330-900neo.
Sederet kasus itu berujung pada pencopotan Ari Askhara dan empat direktur Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN kala itu Erick Thohir pada 4 Desember 2019.
Di ranah pidana, Ari Askhara divonis bersalah melakukan tindak pidana menganjurkan untuk menyembunyikan barang impor secara melawan hukum dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 20 bulan oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Juni 2021.
#ari-askhara #dirut-humpuss-maritime #eks-bos-garuda #humpuss-maritime #direktur-utama-humi #integrated-maritime-logistics #ari-askhara-profil #ari-askhara-kasus #garuda-indonesia #ari-askhara-latar-be