Profil Rinaldy Yunardi, Maestro Aksesori Indonesia yang Karyanya Tembus Panggung Dunia
Rinaldy Yunardi, maestro aksesori Indonesia, dikenal global berkat karya megah dan detailnya yang sarat budaya, meski belajar otodidak dan tanpa pendidikan formal.
(Bisnis.Com) 16/01/26 03:10 105058
Bisnis.com, JAKARTA - Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Rinaldy Yunardi menapaki perjalanan panjang sebagai maestro aksesori Indonesia yang karyanya dikenal megah, detail, dan sarat makna budaya.
Bermula dari potongan akrilik sederhana yang dirangkai menjadi tiara, pria kelahiran 13 Desember 1970 ini kini menjadi salah satu desainer aksesori Indonesia paling berpengaruh, dengan karya yang menembus panggung mode internasional.
Perjalanan Rinaldy tidak dimulai dari pendidikan mode formal. Rinaldy hanyalah pria lulusan SMA dari keluarga sederhana yang sempat bekerja sebagai staf pemasaran di perusahaan ban mobil.
Hingga akhirnya dia berkenalan dengan almarhum Kim Tong, perancang busana ternama yang melihat potensi kreatifnya. Titik balik datang dari eksperimen sederhana merangkai akrilik, yang justru membuka jalannya di dunia aksesori.
“Semua ini saya pelajari secara otodidak. Awalnya hanya coba-coba, tapi dari situ saya sadar bahwa dunia aksesori adalah anugerah yang Tuhan berikan,” ujar Rinaldy.
Sekitar 1995–1996, Rinaldy memantapkan diri menekuni desain aksesori secara profesional. Karyanya yang unik mendapat sambutan positif, hingga namanya kian dikenal lewat kolaborasi dengan para desainer Tanah Air.
Dunia hiburan turut membuka panggung yang lebih luas, salah satunya ketika Titi DJ mengenakan karyanya untuk konser dan video klip Sang Dewi.
“Saat itu Titi DJ datang meminta dibuatkan sayap untuk konser dan video klip Sang Dewi. Dari situ semakin banyak artis yang datang, dan nama saya makin dikenal di dunia hiburan. Semua bergulir karena kerja keras, perjuangan, dan konsistensi di dunia desain aksesoris,” tuturnya.
Titik balik menuju pasar global terjadi sekitar delapan hingga sembilan tahun lalu, ketika karyanya digunakan dalam proyek video klip artis di Hong Kong dan China. Dari situ, karyanya terus mendapat perhatian hingga menarik perhatian pasar Amerika dan Eropa.
“Saya tidak pernah mengejar pasar global secara agresif. Saya biarkan karya yang berbicara dan menemukan jalannya sendiri. Dan memang semuanya terjadi secara alami, seperti sudah diarahkan oleh Tuhan,” katanya.
Ciri khas Rinaldy Yunardi terletak pada detail, kemegahan, dan unsur budaya Indonesia. Teknik tradisional seperti dodokan dan filigree kerap hadir dalam karyanya. Ia percaya, aksesori bukan sekadar pelengkap, melainkan karya yang harus memiliki jiwa.
“Banyak klien bilang aksesori saya hidup. Ketika dipakai, mereka merasa bahagia dan percaya diri. Bagi saya karya yang indah itu memang harus hidup, bahwa tanpa Kristal pun bisa tetap terlihat mewah dan elegan. Itu karena semua dibuat dengan hati,” tutur Rinaldy.
Sepanjang perjalanannya, berbagai tantangan, termasuk pandemi datang silih berganti. Namun baginya, kunci bertahan adalah konsistensi dan kepercayaan.
“Saya tidak bekerja seperti pabrik. Setiap karya dibuat dengan tangan, dengan perasaan. Di situlah nilai dan maknanya,” ujarnya.
Menjelang tiga dekade berkarya, Rinaldy tidak berbicara tentang ambisi besar. Ia lebih memilih menikmati proses, sambil menyimpan harapan agar Indonesia suatu hari memiliki museum mode untuk mengarsipkan karya para desainer Tanah Air.
“Yang terpenting adalah jujur pada diri sendiri dan konsisten. Kalau kita tulus, karya itu akan bicara dengan sendirinya,” tutupnya.
#rinaldy-yunardi #maestro-aksesori #desainer-aksesori-indonesia #aksesori-megah #aksesori-detail #aksesori-budaya #aksesori-internasional #desain-aksesori #aksesori-indonesia #aksesori-tradisional #aks