Prospek Emiten Konsumer 2026 Masih Menarik, BRI Danareksa Jagokan ICBP & MYOR

Prospek Emiten Konsumer 2026 Masih Menarik, BRI Danareksa Jagokan ICBP & MYOR

Prospek sektor konsumer Indonesia 2026 tetap solid dengan dukungan kebijakan fiskal ekspansif. BRI Danareksa jagokan ICBP & MYOR untuk pertumbuhan.

(Bisnis.Com) 18/01/26 06:30 106139

Bisnis.com, JAKARTA — Prospek sektor konsumer Indonesia dinilai masih solid sepanjang 2026, seiring menguatnya daya beli masyarakat yang didukung kenaikan upah minimum nasional serta arah kebijakan fiskal pemerintah yang cenderung ekspansif.

Dalam kondisi tersebut, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan pandangan positif terhadap sektor konsumer dengan proyeksi pertumbuhan laba per saham atau earnings per share (EPS) mencapai 8,6% secara tahunan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim, menjelaskan bahwa penetapan kenaikan rata-rata upah minimum nasional sebesar 5,7% untuk tahun fiskal 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli rumah tangga.

Meski kenaikannya sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya yang berada di kisaran 6,5%, penyesuaian tersebut dinilai tetap memberikan dorongan tambahan terhadap konsumsi domestik dan menopang stabilitas sektor konsumer secara keseluruhan.

“Selain itu, kami tetap meyakini bahwa kebijakan fiskal yang lebih ekspansif pada tahun ini akan secara bertahap menopang konsumsi,” ujar Christy dalam riset terbaru yang dikutip pada Jumat (16/1/2026).

Dari sisi kebijakan, pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap belanja rumah tangga. Di luar program Makan Bergizi Gratis (MBG), anggaran perlindungan sosial pada tahun ini dialokasikan naik 8,6% menjadi Rp508,2 triliun.

Adapun fleksibilitas realokasi anggaran serta perluasan insentif Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (PPh DTP) ke sektor pariwisata diperkirakan memberi stimulus tambahan bagi ekonomi rakyat.

Sementara itu, dari sisi fundamental emiten, pendapatan agregat sektor konsumer diproyeksikan tumbuh 5,7% yang ditopang oleh pemulihan volume penjualan serta kenaikan moderat harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).

Emiten dengan pangsa pasar dominan seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) dinilai memiliki daya tawar harga yang lebih kuat untuk meneruskan kenaikan biaya input kepada konsumen.

Kondisi tersebut turut didukung membaiknya dinamika pasokan gandum, kakao, dan kopi robusta yang berpotensi memperlebar margin laba kotor hingga 60 basis poin.

“Kondisi tersebut diharapkan mendorong perbaikan margin secara luas, dengan margin laba kotor [gross profit margin/GPM] sektor diproyeksikan meningkat 60 basis poin dan margin operasional naik 50 basis poin,” ucap Christy.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor konsumer, dengan saham ICBP sebagai pilihan utama berharga target Rp11.500 per saham, disusul MYOR dengan target harga Rp2.700 per saham.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#emiten-konsumer #prospek-konsumer #bri-danareksa #icbp-saham #myor-saham #daya-beli-masyarakat #kebijakan-fiskal #upah-minimum-nasional #konsumsi-domestik #perlindungan-sosial #pajak-penghasilan-ditan

https://market.bisnis.com/read/20260118/7/1944893/prospek-emiten-konsumer-2026-masih-menarik-bri-danareksa-jagokan-icbp-myor