BRIN Ungkap Daftar Wilayah RI yang Berpotensi Terjadi Sinkhole

BRIN Ungkap Daftar Wilayah RI yang Berpotensi Terjadi Sinkhole

BRIN mengidentifikasi wilayah Indonesia seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros berpotensi mengalami sinkhole akibat lapisan batugamping.

(Bisnis.Com) 19/01/26 12:19 107047

Bisnis.com, JAKARTA— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena sinkhole relatif sering terjadi di Indonesia. Wilayah yang berpotensi terdampak umumnya berada di kawasan dengan bentang alam karst atau daerah batugamping.

Beberapa daerah yang dikenal rawan antara lain Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros. Secara geologi, wilayah-wilayah tersebut memiliki lapisan batugamping yang cukup tebal di bawah permukaan tanah.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari menjelaskan sinkhole merupakan fenomena alam yang terjadi akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah. Proses pembentukannya berlangsung dalam waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara dan permukaan tanah.

“Air hujan ini meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping, sehingga membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” kata Adrin dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN pada Senin (19/1/2026).

Seiring waktu, air permukaan dan air tanah yang mengalir melalui rekahan tersebut menyebabkan rongga semakin membesar dan melemahkan lapisan penyangga di atasnya.

Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga pada suatu titik tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.

Adrin mengatakan pada kondisi tersebut, lapisan atap akan runtuh secara tiba-tiba dan membentuk lubang di permukaan tanah yang dikenal sebagai sinkhole.

Dia menambahkan, salah satu tantangan terbesar dalam mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda-tanda awal kemunculannya. Proses pembentukan rongga berlangsung perlahan dan terjadi di bawah permukaan tanah sehingga tidak mudah dikenali secara visual.

Namun demikian, keberadaan rongga batugamping sebenarnya dapat diidentifikasi melalui survei geofisika.

“Metode seperti gayaberat, georadar, dan geolistrik dapat digunakan untuk memetakan sebaran, kedalaman, dan ukuran rongga di bawah tanah. Metode ini memberikan gambaran citra kondisi bawah permukaan sehingga potensi sinkhole bisa diantisipasi lebih dini,” kata Adrin.

Terkait kualitas air yang ditemukan di dalam sinkhole, Adrin menjelaskan air tersebut umumnya berasal dari air hujan dan air bawah permukaan. Oleh karena itu, kelayakan air untuk dikonsumsi tidak bisa langsung disimpulkan.

“Air harus melalui analisis kimia terlebih dahulu, meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti E. coli, serta logam berat, sesuai standar kesehatan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan,” ujarnya.

Adrin juga mengingatkan kawasan permukiman yang berada di atas lapisan batugamping memiliki risiko lebih tinggi mengalami sinkhole.

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba.

Menurutnya, apabila aliran air mendadak menghilang, bisa jadi air masuk ke rongga bawah tanah. Kondisi tersebut perlu segera diinvestigasi karena berpotensi memicu runtuhan.

Dia menegaskan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam memahami dan mengantisipasi fenomena sinkhole. Terdapat metode rekayasa geoteknik yang dapat dilakukan untuk mencegah pembentukan sinkhole di daerah batugamping.

Metode tersebut adalah cement grouting, yakni menginjeksi semen, mortar, atau bahan kimia tertentu untuk mengisi rongga pada lapisan batugamping bawah permukaan.

Proses diawali dengan pemboran dari permukaan hingga kedalaman tertentu tempat rongga berada, kemudian material diinjeksi melalui pipa yang terpasang di dalam lubang bor.

Adrin menjelaskan injeksi material grouting dilakukan menggunakan pompa bertekanan. Tekanan dan volume injeksi dipantau secara cermat agar tidak merusak struktur batuan di sekitar rongga.

“Lalu dilakukan pengecekan efektivitas grouting melalui uji permeabilitas atau pengujian geofisika lainnya untuk memastikan rongga sudah terisi dan stabilitas lapisan batuan sudah meningkat,” katanya.

Dia berharap masyarakat dan pemerintah daerah di kawasan rawan dapat lebih waspada serta memanfaatkan kajian geologi dan survei geofisika sebagai dasar perencanaan tata ruang dan mitigasi risiko bencana geologi.

#sinkhole-indonesia #wilayah-sinkhole #daerah-rawan-sinkhole #gunung-kidul-sinkhole #pacitan-sinkhole #maros-sinkhole #batugamping-sinkhole #geologi-sinkhole #air-hujan-sinkhole #rongga-batugamping #su

https://teknologi.bisnis.com/read/20260119/84/1945129/brin-ungkap-daftar-wilayah-ri-yang-berpotensi-terjadi-sinkhole