OJK Kalimantan Lawan Rentenir Lewat Pembiayaan TPAKD dan Literasi Keuangan
OJK Kalimantan menyalurkan Rp102,01 miliar untuk melawan rentenir dan meningkatkan literasi keuangan melalui TPAKD dan program edukasi di seluruh Kalimantan.
(Bisnis.Com) 20/01/26 08:32 108093
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan mencatatkan penyaluran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) senilai Rp102,01 miliar hingga akhir kuartal ketiga 2025, dengan menjangkau 8.292 debitur di seluruh wilayah Kalimantan.
Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, menyatakan pencapaian ini menjadi bagian integral dari upaya peningkatan inklusi keuangan sekaligus perlindungan konsumen dari praktik rentenir yang kerap membelit masyarakat ekonomi lemah.
Dia menambahkan, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) telah menginisiasi berbagai produk pembiayaan di sejumlah kabupaten dan kota.
Beberapa program yang digagas antara lain Kredit Kukar Idaman (KKI) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim; Kredit Tanpa Bunga dan Rente bagi Ekonomi Lemah (Gapura Karomah) di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel; Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (MESRA) di Kabupaten Bulungan, Kaltara; Kredit Usaha Rakyat Daerah Sukma (Kurda Sukma) di Kabupaten Sukamara, Kalteng; dan Kredit Usaha Rakyat Makmur (KURMA) di Kota Pontianak, Kalbar.
"Dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di Kalimantan, OJK melalui TPAKD telah mendorong terlaksananya berbagai program peningkatan akses terhadap produk keuangan kepada masyarakat," kata Parjiman dalam keterangan resmi, Senin (18/1/2026).
Selain itu, OJK juga menggenjot literasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang telah melaksanakan 410 kegiatan di 56 kabupaten/kota dengan melibatkan 90.299 peserta sepanjang 2025.
Sasaran edukasi mencakup pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, karyawan, penyandang disabilitas, masyarakat daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), serta petani dan nelayan.
Dari total kegiatan tersebut, 88 di antaranya fokus pada literasi keuangan syariah dengan partisipasi 12.826 peserta.
Parjiman menegaskan bahwa optimalisasi teknologi informasi dan infrastruktur menjadi kunci keberlanjutan program edukasi pada 2026.
"OJK menargetkan adanya keberlanjutan dari seluruh kegiatan tersebut di Kalimantan tahun 2026, dengan disertai optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan infrastruktur, dalam upaya peningkatan tingkat literasi keuangan masyarakat," kata dia.
Di sisi penghimpunan dana, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang mendapat dukungan penuh pemerintah daerah berhasil menghimpun 3,26 juta rekening dengan total dana Rp1,26 triliun hingga November 2025.
Program ini dipandang sebagai langkah strategis membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Lebih lanjut, OJK bersama pemangku kepentingan strategis membina 3 Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan 4 Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), serta menyelenggarakan 102 kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan Hari Indonesia Menabung (HIM) yang diikuti 32.431 peserta.
Dalam hal perlindungan konsumen, OJK mencatat 1.883 penanganan pengaduan, 4.319 layanan informasi melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), dan 1.115 layanan langsung di kantor.
Selain itu, layanan OJK Checking mencapai 44.149 permintaan, dengan 20.651 di antaranya disampaikan secara tatap muka.
Pria yang akrab disapa Jimmy ini, menyebutkan OJK telah menyelenggarakan 46 kegiatan sosialisasi pencegahan usaha tanpa izin, 9 penanganan entitas ilegal, dan 14 rapat koordinasi sebagai anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).
"Diharapkan dengan kegiatan dan layanan yang diberikan oleh OJK beserta Satgas PASTI mampu menurunkan angka kejahatan di sektor jasa keuangan, terutama kejahatan siber, serta menurunkan angka kerugian yang ditanggung oleh masyarakat atas kejahatan tersebut," pungkasnya.
#ojk-kalimantan #pembiayaan-tpakd #literasi-keuangan #melawan-rentenir #inklusi-keuangan #kredit-kukar-idaman #kredit-tanpa-bunga #kredit-masyarakat-sejahtera #kredit-usaha-rakyat #gerakan-cerdas-keuan