Katalis Positif COIN: dari Potensi Pasar Kripto hingga Masuknya Arsari Group Milik Hashim Djojohadikusumo

Katalis Positif COIN: dari Potensi Pasar Kripto hingga Masuknya Arsari Group Milik Hashim Djojohadikusumo

COIN, emiten aset digital, didukung oleh prospek positif pasar kripto dan masuknya Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto.

(Bisnis.Com) 20/01/26 17:30 108672

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indokripto Koin SemestaTbk. (COIN), emiten aset digital, diyakini memiliki sederet katalis positif jangka menengah hingga panjang untuk menopang pertumbuhan ke depan.

Katalis tersebut meliputi prospek pertumbuhan transaksi kripto domestik, pengembangan pasar derivatif kripto, hingga masuknya Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto, sebagai pemegang saham pada akhir 2025.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Erni Marsella Siahaan memerinci, pertama-tama COIN berada di jalur strategis untuk menjadi penerima manfaat utama pertumbuhan ekonomi kripto Indonesia.

Sebab, COIN beroperasi sebagai perusahaan induk yang mengendalikan infrastruktur utama pasar kripto Indonesia melalui dua entitas kunci, yakni Central Finansial X (CFX) selaku bursa kripto berlisensi dan Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai kustodian aset kripto berlisensi.

“Berbeda dengan platform kripto ritel, COIN berfungsi sebagai operator bursa bagi perusahaan-perusahaan pedagang aset kripto, dengan model bisnis yang menyerupai bursa saham konvensional,” tulis Erni dalam riset yang dirilis Selasa (20/1/2026).

Sebagai satu-satunya bursa kripto terlisensi di Indonesia, jelas Erni, seluruh transaksi pedagang kripto diwajibkan dilaporkan melalui CFX. Kondisi tersebut menempatkan COIN sebagaiultimate beneficiarydari peningkatan aktivitas perdagangan kripto di dalam negeri, seiring dengan pertumbuhan jumlah investor dan volume transaksi.

Dari sisi kinerja, COIN mengandalkan model pendapatan berbasis komisi (fee-based), dengan kontribusi terbesar berasal dari biaya transaksi. Ciptadana Sekuritas memperkirakan biaya transaksi akan menyumbang sekitar 85%–86% dari total pendapatan perseroan pada periode 2025–2027, diikuti oleh pendapatan kustodian pada kisaran 8–9%.

Peningkatan volume perdagangan dinilai akan memperkuatleverageoperasional COIN, mengingat struktur biaya perseroan yang relatif tetap dan berbasis teknologi. Sekuritas ini pun memperkirakan pertumbuhan laba COIN dengan pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) tiga digit hingga 2029.

“Skala ekonomi berpotensi mendorong ekspansi margin yang signifikan seiring dengan pertumbuhan volume transaksi,” tulis Erni.

Katalis pertumbuhan berikutnya datang dari peluncuran pasar derivatif kripto di Indonesia. Secara global, instrumen derivatif menyumbang sekitar 70% dari total aktivitas pasar kripto. Namun di Indonesia, segmen ini masih berada pada tahap awal.

Ciptadana Sekuritas menilai pasar derivatif berpotensi menjadi mesin pertumbuhan utama COIN dan diproyeksikan dapat melampaui transaksi spot dalam beberapa tahun ke depan.

Masuknya Arsari Group sebagai Pemegang Saham COIN

Di luar faktor operasional, masuknya Arsari Group, grup usaha milik Hashim Djojohadikusumo, sebagai pemegang saham pada Desember 2025 turut memperkuat persepsi strategis terhadap COIN.

Erni menjelaskan bahwa katalis positif ini khususnya dalam konteks pengembangan ekosistem aset digital nasional.

“...masuknya Arsari Group, yang dimiliki oleh Hashim S. Djojohadikusumo, sebagai salah satu pemegang saham pada Desember 2025 semakin memperkuat posisi strategis COIN dalam arsitektur aset digital Indonesia yang terus berkembang,” ungkapnya.

Di samping katalis positif, Ciptadana Sekuritas Asia juga mencatat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor terhadap saham COIN, antara lain risiko keamanan siber, ketergantungan pada penyedia layanancloud, potensi munculnya pesaing baru di segmen bursa dan kustodian.

“...serta risiko volume perdagangan kripto dan derivatif yang lebih rendah dari proyeksi akibat adopsi yang melambat atau perubahan regulasi,” pungkas Erni.

#coin #pasar-kripto #arsari-group #hashim-djojohadikusumo #pertumbuhan-transaksi-kripto #bursa-kripto-indonesia #emiten-aset-digital #central-finansial-x #kustodian-koin-indonesia #fee-based-revenue #v

https://market.bisnis.com/read/20260120/189/1945665/katalis-positif-coin-dari-potensi-pasar-kripto-hingga-masuknya-arsari-group-milik-hashim-djojohadikusumo