Prabowo Ajak Universitas Inggris Dirikan 10 Kampus Berstandar Dunia di Indonesia
Presiden Prabowo mengajak universitas Inggris mendirikan 10 kampus berstandar dunia di Indonesia untuk mengatasi kekurangan tenaga medis dan meningkatkan kualitas pendidikan.
(Bisnis.Com) 21/01/26 08:59 109159
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi.
Prabowo mencatat bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 140.000 dokter, sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas sehingga dirinya mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1/2026) waktu setempat.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140.000 dokter, makin banyak dokter yang akan pensiun. Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ujar Prabowo.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kepala negara berencana membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta bidang sains dan teknologi.
Presiden Ke-8 RI itu menegaskan bahwa universitas-universitas tersebut akan dibangun dengan standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris,” ungkap Presiden.
Prabowo juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah. Para mahasiswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai perkuliahan. Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.
Selain pengembangan universitas, Presiden Prabowo turut menjelaskan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus mengurangi pengeluaran masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
“Menurut pendapat saya, jika kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus), mungkin kita bisa menghemat US$6 miliar setiap tahun, yang uangnya dapat disalurkan ke universitas dan rumah sakit ini,” ucapnya.
Presiden Prabowo pun menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari universitas mitra. Presiden meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik bagi pengembangan pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
Presiden Prabowo juga optimistis bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga universitas-universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 mendatang.
“Dan pada awal tahun 2028, kita bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya adalah untuk membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini, dan kita harus menjamin kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan seluruh kampus agar menarik bagi dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” pungkas Prabowo.
#prabowo-universitas-inggris #universitas-berstandar-dunia-indonesia #kekurangan-tenaga-medis-indonesia #kerjasama-perguruan-tinggi-inggris #pendidikan-kedokteran-indonesia #universitas-baru-indonesia #n-a