Transaksi Emas Digital Melejit, Nilai Perdagangan Tembus Rp 115,6 T

Transaksi Emas Digital Melejit, Nilai Perdagangan Tembus Rp 115,6 T

Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas fisik secara digital kian menguat.

(Kompas.com) 21/01/26 14:57 109533

JAKARTA, KOMPAS.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas fisik secara digital kian menguat.

Tren ini tercermin dari lonjakan signifikan transaksi perdagangan pasar fisik emas digital yang berlangsung di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) sepanjang 2025.

Sepanjang tahun 2025, volume perdagangan emas fisik digital di ICDX mencapai 58.654.322 gram. Angka tersebut tumbuh 25,20 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 46.849.357 gram. Lonjakan lebih tajam terjadi dari sisi nilai transaksi.

DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi emas.

Total nilai perdagangan emas digital sepanjang 2025 mencapai Rp 115,6 triliun, melonjak 101,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai Rp 57,5 triliun.

Direktur ICDX, Nursalam, menyebut meningkatnya minat masyarakat membeli emas fisik secara digital dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.

Salah satunya adalah kemudahan dan kepraktisan. Melalui platform digital, masyarakat tidak perlu lagi mendatangi gerai fisik untuk membeli emas, melainkan cukup memanfaatkan aplikasi di ponsel pintar.

“Meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan pembelian emas fisik secara digital melalui Bursa Berjangka ini karena ada beberapa faktor. Pertama, adalah dari sisi praktis. Dalam hal ini, masyarakat yang berkeinginan membeli emas, tidak perlu datang ke gerai penjualan emas, tapi cukup menggunakan aplikasi di smartphone,” ujar Nursalam dalam keterangan pers, Rabu (21/1/2026).

Selain itu, digitalisasi yang merambah hampir seluruh sektor kehidupan turut mendorong perubahan perilaku investasi masyarakat.

Generasi muda, khususnya Gen Z yang telah memiliki penghasilan sendiri, mulai memanfaatkan skema investasi emas digital dengan nominal yang disesuaikan kemampuan finansial masing-masing.

DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Melihat tren pertumbuhan tersebut, ICDX menargetkan volume transaksi emas fisik digital pada 2026 dapat meningkat sekitar 30 persen.

Nursalam menyatakan, sebagai bursa penyelenggara, ICDX berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pemangku kepentingan di ekosistem perdagangan emas digital.

Mekanisme perdagangan emas fisik digital di bursa dirancang aman dan terjamin.

Seluruh transaksi berada di bawah pengawasan pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), didukung lembaga kliring yang berperan sebagai penjamin serta penyelesai transaksi, serta lembaga depositori yang menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital.

“Selain itu, mekanisme ini juga kami pastikan aman, dimana dalam perdagangan ini diawasi oleh Pemerintah dalam hal ini Bappebti, Lembaga Kliring yang berperan menjadi Lembaga penjaminan dan penyelesaian transaksi serta Lembaga Depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital," ungkap Nursalam.

Pengamat ekonomi dan investasi yang juga Dekan Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Bisnis Universitas Islam Nusantara Bandung, Yoyok Prasetyo, menilai peningkatan minat investasi emas digital ini sebagai perkembangan positif bagi ekosistem investasi nasional.

Menurutnya, emas yang dibeli secara digital menjadi alternatif penting untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

“Makin meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan investasi di emas secara digital ini merupakan hal positif dalam dunia investasi di Indonesia. Investasi di emas yang pembeliannya dilakukan secara digital, merupakan sebuah alternatif untuk memperkaya portofolio investasi masyarakat,” ucapnya.

Yoyok menekankan, pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan ke depan adalah memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait aspek keamanan transaksi.

Ia menilai, faktor keamanan masih menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum memutuskan berinvestasi, termasuk dalam instrumen emas digital.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

#investasi-emas #investasi-emas-digital #icdx #perdagangan-emas #emas-fisik

https://money.kompas.com/read/2026/01/21/145733826/transaksi-emas-digital-melejit-nilai-perdagangan-tembus-rp-1156-t