Trojan Klopatra, Malware yang Kerap Sedot Saldo Rekening saat Target Tertidur

Trojan Klopatra, Malware yang Kerap Sedot Saldo Rekening saat Target Tertidur

Trojan Klopatra adalah malware Android yang mencuri uang dari aplikasi perbankan dan kripto dengan mengendalikan perangkat korban saat mereka tidur.

(Bisnis.Com) 22/01/26 06:40 110196

Bisnis.com, JAKARTA — Firma keamanan siber Cleafy melaporkan temuan varian malware Android yang dinamai Klopatra. Malware ini pada dasarnya adalah Remote Access Trojan (RAT). Sebuah malware yang menyusup ke backdoor untuk melancarkan aksinya.

Laporan Cleafy mengungkapkan bahwa malware ini telah menginfeksi lebih dari 3.000 perangkat, dengan target utama saat ini berada di wilayah Italia dan Spanyol. Di Indonesia, malware ini sempat ditemukan.

Ancaman ini dinilai serius karena menargetkan pencurian uang langsung dari aplikasi institusi perbankan (m-banking) dan aplikasi mata uang kripto milik pengguna.

Para peneliti di Cleafy menjelaskan bahwa Klopatra memanfaatkan fitur Virtual Network Computing (VNC) yang tersembunyi di dalam sistem. Fitur ini memungkinkan peretas untuk mengambil alih kendali penuh atas ponsel korban dari jarak jauh seolah-olah mereka memegang perangkat tersebut secara fisik.

Cara kerja Klopatra adalah dengan menyusup ke HP korban menggunakan teknik rekayasa sosial melalui aplikasi dropper. Aplikasi berbahaya ini menyamar sebagai alat streaming televisi protokol internet (IPTV) untuk mengelabui pengguna agar mengunduhnya.

Setelah terinstal, perangkat lunak ini akan meminta izin instalasi dari sumber yang tidak dikenal dan menyalahgunakan Layanan Aksesibilitas Android. Izin ini kemudian dimanfaatkan untuk membaca layar, merekam penekanan tombol, dan menavigasi sistem tanpa persetujuan pemilik.

Salah satu taktik operasional yang disoroti dalam laporan tersebut adalah kemampuan Klopatra untuk melancarkan serangan saat pengguna sedang tidur atau tidak aktif. Malware ini dapat mendeteksi kondisi perangkat dan memanipulasi tampilan layar untuk menyembunyikan aktivitas ilegalnya.

Teknik yang digunakan meliputi penurunan tingkat kecerahan layar hingga nol dan menampilkan lapisan layar hitam palsu. Manipulasi ini menciptakan ilusi bahwa ponsel dalam keadaan mati atau off, padahal peretas sedang mengoperasikan perangkat di latar belakang.

Melalui koneksi VNC, penyerang dapat membuka kunci ponsel menggunakan PIN yang telah dicuri sebelumnya. Mereka kemudian memiliki akses bebas untuk membuka aplikasi perbankan dan melakukan transfer dana secara real-time tanpa sepengetahuan korban.

Cleafy mencatat bahwa penyerang mampu mensimulasikan interaksi fisik seperti sentuhan jari, scroll layar, dan tekanan panjang. Kemampuan ini memungkinkan mereka menyalin kode otentikasi (OTP) hingga mengirim pesan teks langsung dari perangkat korban.

Selain itu, malware ini diprogram untuk menghapus aplikasi antivirus yang ada di perangkat dan memberikan izin tambahan bagi dirinya sendiri untuk mempertahankan akses.

Jejak digital yang ditemukan mengindikasikan bahwa operasi ini dikendalikan oleh kelompok peretas yang berbahasa Turki. Meskipun fokus serangan saat ini berada di Eropa Selatan, distribusi aplikasi Android yang bersifat global membuka potensi risiko penyebaran ke wilayah lain.

Melansir dari DarkReading, Rabu (21/1/2026), Wakil Presiden Solusi Global Zimperium Kern Smith menanggapi fenomena ini sebagai bukti evolusi dari malware perbankan.

Menurutnya, ancaman siber modern telah berkembang jauh melampaui sekadar pencurian kata sandi.

“Malware perbankan saat ini tidak hanya mencuri kata sandi, tetapi juga melakukan penipuan waktu nyata, memadukan lapisan overlay, kendali jarak jauh, dan rekayasa sosial menjadi satu serangan yang mulus,” kata Smith dikutip.

Smith menegaskan bahwa organisasi memerlukan alat keamanan yang dirancang khusus untuk lingkungan seluler guna mengimbangi kecepatan adaptasi para penyerang.

Pengguna juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aplikasi dari sumber tidak resmi yang meminta izin aksesibilitas berlebih. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

#malware-android #trojan-klopatra #remote-access-trojan #malware-perbankan #pencurian-uang #aplikasi-m-banking #virtual-network-computing #rekayasa-sosial #aplikasi-dropper #layanan-aksesibilitas-andro

https://teknologi.bisnis.com/read/20260122/84/1946156/trojan-klopatra-malware-yang-kerap-sedot-saldo-rekening-saat-target-tertidur