Aktivitas ekonomi Aceh Tamiang mulai bergeliat seiring rekonstruksi
Aktivitas ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh mulai menggeliat pasca-bencana, ditandai beroperasinya toko, layanan publik, serta mobilitas warga yang pulih ...
(Antara) 23/01/26 20:13 112639
Pasar juga buka waktu pengecekan saya terakhir kemarin, pasar sudah buka, saya yakin sekarang lebih normal lagi,
Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Aktivitas ekonomi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh mulai menggeliat pasca-bencana, ditandai beroperasinya toko, layanan publik, serta mobilitas warga yang pulih bertahap di sejumlah wilayah terdampak, seiring percepatan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah.
Pantauan ANTARA di Jalan Ir H Juanda, Karang Baru, Jumat, menunjukkan beberapa minimarket, pedagang bakso, buah, jus, asongan, serta pelaku UMKM mikro kembali beroperasi melayani kebutuhan warga sekitar pasca-bencana secara bertahap aman tertib.
Selain itu, apotek dan bengkel kecil juga tampak buka, menandakan pemulihan layanan dasar serta aktivitas usaha harian yang kembali berjalan, mendukung optimisme ekonomi lokal pasca bencana.
Dian (28) seorang pedagang buah di depan kawasan Kantor Bupati Aceh Tamiang, mengungkapkan aktivitas jual beli mulai berjalan pasca-bencana, meski penjualan belum pulih sepenuhnya akibat daya beli masyarakat menurun seiring berkurangnya mata pencaharian warga terdampak banjir.
Ia menyebut penjualan buah sempat turun signifikan setelah banjir, karena kondisi ekonomi warga belum stabil, sehingga minat pembeli menurun dibandingkan situasi sebelum bencana melanda wilayah tersebut.
Meski demikian, Dian menilai terdapat kenaikan penjualan secara perlahan, seiring semakin banyak masyarakat mengetahui lapaknya kembali buka dan mulai beraktivitas, meskipun peningkatan tersebut masih tergolong terbatas jumlahnya.

Buah-buahan yang dijual seperti jeruk, melon, alpukat, duku, salak di lapak tersebut seluruhnya dipasok dari Medan, termasuk buah impor, karena ketersediaan buah lokal di wilayah sekitar Aceh Tamiang masih sangat terbatas pasca-bencana.
Dalam operasional harian, lapak buah tersebut buka mulai pukul sembilan pagi hingga sembilan malam, dengan jumlah pembeli berkisar puluhan orang setiap hari, meski belum menyamai kondisi normal sebelumnya.
Dian memperkirakan jumlah pembeli harian mencapai sekitar 60-70 orang, angka tersebut dinilai masih rendah dibandingkan sebelumnya yang mampu melayani hingga 200 orang per hari.
Ia menuturkan, toko buah itu beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift.
Sebagai pedagang, Dian berharap perbaikan akses jalan di sekitar itu terus digencarkan, karena kondisi berdebu dinilai mengganggu kenyamanan demi mendukung pemulihan aktivitas ekonomi warga.

Di hari yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menilai telah terjadi banyak perubahan positif yang menunjukkan pemulihan signifikan di sejumlah wilayah Aceh pasca-bencana banjir, ditandai berfungsi kembali layanan publik, aktivitas ekonomi, dan pemerintahan daerah.
Mendagri menyebut aktivitas yang sempat lumpuh kini mulai bangkit, terlihat dari toko dan warung kembali buka, serta roda perdagangan perlahan bergerak seiring membaiknya kondisi lingkungan dan infrastruktur pendukung masyarakat.
"Pasar juga buka waktu pengecekan saya terakhir kemarin, pasar sudah buka, saya yakin sekarang lebih normal lagi," kata Mendagri di sela penyaluran alat pembersih lumpur dari Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, di Aceh Tamiang, Jumat.
Selain itu, ketersediaan listrik dan jaringan internet telah pulih, distribusi BBM berjalan lancar, serta sejumlah SPBU kembali beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pemulihan wilayah terdampak bencana Aceh Tamiang.
Berdasarkan Laporan Pantauan Data dan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Kabupaten Aceh Tamiang per 22 Januari 2026, pukul 18.00 WIB, tercatat wilayah dan korban terdampak banjir dan longsor di sana tersebar di 12 kecamatan, 209 kampung. Sebanyak 101 orang di antaranya meninggal dunia dan 18 orang lainnya luka-luka.
Selain itu tercatat 1.435 kepala keluarga (KK) dan 5.901 jiwa mengungsi. Sedangkan 73.670 KK dan 290.466 jiwa tidak mengungsi.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
#bangkit-sumatera #pemulihan-pascabencana-aceh #penanganan-bencana-sumatera #rehabilitasi-sumatera #rekonstruksi-sumatera #penangangan-bencana-aceh