RI Kerek Pungutan Ekspor CPO Maret 2026, Agrinas Siap Patuhi Aturan
Pemerintah RI akan menaikkan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% pada Maret 2026 untuk mendukung program biodiesel B40. Agrinas siap mematuhi aturan ini.
(Bisnis.Com) 23/01/26 23:30 112727
Bisnis.com, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) buka suara terkait rencana pemerintah yang akan menaikkan pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dari 10% menjadi 12,5% mulai Maret 2026.
Adapun, kenaikan pungutan ekspor CPO tersebut bertujuan untuk menopang pendanaan implementasi program biodiesel B40 yang akan diperluas secara nasional.
Kepala Divisi Komunikasi dan Kelembagaan Agrinas Palma, Renaldi Zein mengatakan pada prinsipnya, perseroan tidak melihat hal itu sebagai kendala, selama pungutan tersebut masuk ke kas negara dan sesuai peraturan yang berlaku.
“Terkait pungutan tarif ekspor CPO, rasa itu tidak ada masalah, sejauh pungutan tersebut masuk ke kas negara,” ujar Renaldi di Jakarta, pada Jumat (23/1/2026).
Kendati demikian, kalangan petani sawit mengkhawatirkan kenaikan pungutan ekspor CPO menjadi 12,5% per Maret 2026 akan memberikan tekanan langsung terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Selain itu, harga CPO juga berisiko tertekan hingga 3%.
Renaldi mengatakan, meski pergerakan harga CPO bersifat fluktuatif, permintaan secara global terus menunjukkan tren peningkatan. Dalam kondisi tersebut, situasi pasar dinilai masih memberikan ruang positif bagi perseroan.
“Kami memantau demandCPO di dunia ini semakin naik, meski harganya fluktuatif. So far, itu adalah keuntungan bagi kami. Yang paling penting buat kami adalah bagaimana memakmurkan pekerja kebun,” jelasnya.
Sebagai catatan, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dibentuk melalui penugasan negara untuk mengelola lahan hasil penertiban kawasan hutan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Sejak mulai beroperasi pada 16 Januari 2025, total lahan yang berada dalam pengelolaan Agrinas Palma tercatat mencapai sekitar 1,7 juta hektare, dengan luasan tanaman kurang lebih 774.000 hektare.
Dari aktivitas pengelolaan tersebut, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,6 triliun. Selain itu, Agrinas Palma telah menyetorkan kontribusi ke kas negara sebesar Rp530 miliar serta menempatkan dana dalam bentuk deposito senilai Rp1 triliun.
“Sampai hari ini, Agrinas Palma belum bisa dibilang sebagai perusahaan yang berorientasi profit, karena kami hanya ditugaskan mengelola lahan titipan negara dan tidak memiliki aset. Seluruh kegiatan dilakukan dengan mematuhi regulasi dan kebijakan pemerintah,” pungkasnya.
#cpo-ekspor #pungutan-ekspor-cpo #kenaikan-pungutan-cpo #agrinas-palma-nusantara #biodiesel-b40 #harga-cpo #petani-sawit #harga-tandan-buah-segar #permintaan-cpo-global #pasar-cpo #pengelolaan-lahan-ag