Aktivitas jual-beli di Pasar Aceh Tamiang pulih, warga besyukur

Aktivitas jual-beli di Pasar Aceh Tamiang pulih, warga besyukur

Aktivitas jual-beli di Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, berangsur pulih pascabencana banjir, ditandai pedagang kembali membuka kios dan ...

(Antara) 24/01/26 19:46 113210

Jakarta (ANTARA) - Aktivitas jual-beli di Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, berangsur pulih pascabencana banjir, ditandai pedagang kembali membuka kios dan warga mulai berbelanja kebutuhan pokok meski daya beli belum sepenuhnya normal.

Sejumlah warga terlihat kembali memadati pasar tradisional tersebut untuk memenuhi kebutuhan harian, terutama sayuran, ikan, telur, dan bumbu dapur, seiring membaiknya kondisi lingkungan serta ketersediaan barang pascabencana.

Nurlia Tullaila salah seorang warga asal Kampung Sriwijaya, Kuala Simpang, yang ditemui ANTARA di sela belanja pasar di Aceh Tamiang, Sabtu, mengaku dirinya rutin berbelanja di Pasar Kuala Simpang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah kondisi pasar kembali dibuka normal.

"Sekarang senanglah, harga arang-barang sudah normal, kebutuhan pun sudah ada semua. Kalau kemarin-kemarin kan belum ada, apa pun belum ada cuma sayuran saja sama ikan, itu mahal-mahal. Tapi alhamdulillah lah sekarang sudah normal," kata Nurlia.

Ia mengatakan harga kebutuhan pokok kini relatif stabil dibandingkan awal pascabanjir, ketika pasar belum sepenuhnya beroperasi dan pedagang berjualan di pinggir jalan dengan harga cenderung lebih mahal.

Nurlia Tullaila salah seorang warga asal Kampung Sriwijaya, Kuala Simpang di wawancara ANTARA di sela berbelanja di Pasar Pagi Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Menurut Nurlia, komoditas seperti cabai rawit dan sayuran sempat mengalami lonjakan harga, namun kini berangsur turun, dengan cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp20.000 kini turun menjadi sekitar Rp12.000 seperempat kilogram.

Turunnya harga kebutuhan pokok tersebut disambut baik warga, karena kondisi ekonomi pascabanjir masih membutuhkan banyak biaya untuk membersihkan rumah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia juga mengungkapkan bantuan sembako dari pemerintah, berupa beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya, sangat membantu sehingga warga sementara hanya membeli lauk-pauk dan sayuran di pasar.

Nurlia berharap kondisi pasar terus stabil dan pasokan barang lancar, agar harga tetap terjangkau serta aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang dapat kembali pulih sepenuhnya pascabencana.

Ia juga berharap ke depan bencana banjir serupa tidak kembali terjadi, mengingat dampak besar yang dirasakan, mulai dari kerusakan rumah hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Wais Alkarni pedagang sembako di pasar itu mengaku mulai membuka kios dan berjualan sejak banjir surut, setelah sebagian besar barang dagangan berhasil diselamatkan ke lantai dua kiosnya.

"Kita mulai jualan dari surut banjir, pertengahan Desember (2025) itu udah jualan karena menghabiskan barang, barang-barang yang kena banjir pun habis (terjual) karena tidak ada barang," kata Wais kepada ANTARA.

Wais Alkarni pedagang sembako di Pasar Pagi Kuala Simpang saat diwawancara ANTARA di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Sejumlah barang seperti gula, minyak goreng, telur, dan kacang-kacangan sempat rusak terendam banjir, namun tetap terjual karena pasokan dari Medan terhenti dan masyarakat membutuhkan barang kebutuhan mendesak.

Harga kebutuhan pokok sempat melonjak tajam tiga hari setelah banjir surut akibat kelangkaan barang, sebelum perlahan kembali normal, meski beberapa komoditas seperti minyak goreng masih relatif tinggi.

Menurut Wais, harga telur yang sempat mencapai Rp75 ribu per rak, kini turun ke kisaran Rp50–52 ribu rak, sementara beras justru menurun karena banyaknya bantuan sembako diterima warga.

Menurutnya meski pasar mulai ramai, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih karena stok bantuan masih tersedia di rumah warga serta akses jalan dari perkampungan menuju kota masih terbatas.

Wais berharap perbaikan infrastruktur jalan segera dipercepat agar distribusi barang lancar, harga stabil, dan aktivitas ekonomi Pasar Aceh Tamiang kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.

Hendi Hidayat pedagang sayuran di Pasar Pagi Kuala Simpang saat diwawancara ANTARA di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Hendi Hidayat pedagang sayuran mengaku mulai membuka kiosnya sejak surutnya air di dua minggu setelah bencana banjir melanda wilayah itu.

Hendi menjajakan dagangannya mulai cabai cabai merah keriting seharga Rp24 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram dan berbagai jenis komoditas pangan lainnya.

Selain itu, sejumlah pedagang lainnya juga telah membuka tokonya seperti tokoh pakaian. Lalu kawasan pertokoan yang berada depan pasar itu juga membuka tokonya seperti alat-alat kelistrikan termasuk barang pecah bela

Suasana pertokoan di depan Pasar Pagi Kuala Simpang saat diwawancara ANTARA di Kabupaten Aceh Tamiang,, Provinsi Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#bangkit-sumatera #pemulihan-pascabencana-aceh #penanganan-bencana-sumatera #rehabilitasi-sumatera #rekonstruksi-sumatera #penangangan-bencana-aceh

https://www.antaranews.com/berita/5373718/aktivitas-jual-beli-di-pasar-aceh-tamiang-pulih-warga-besyukur