Australia Dikepung Gelombang Panas, Suhu Tembus Rekor
Australia menghadapi gelombang panas ekstrem, dengan suhu mencapai 49°C yang meningkatkan risiko kebakaran.
(Bisnis.Com) 26/01/26 13:59 114323
Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah wilayah Australia berpotensi mencatatkan rekor suhu panas dalam beberapa hari ke depan karena gelombang panas kedua melanda tiga negara bagian di Negeri Kanguru. Kondisi ini meningkatkan risiko kebakaran lahan dan mengerek naik permintaan listrik.
Berdasarkan laporan Biro Meteorologi, suhu di negara bagian New South Wales, Victoria dan Australia Selatan bergerak naik mencapai rekor di sejumlah titik pada Senin (26/1/2026). Ahli meteorologi senior, Dean Narramore, mengemukakan suhu panas berpotensi lebih panas pada Selasa (27/1/2026), dengan suhu yang dapat mencapai 49 derajat Celsius di sejumlah wilayah.
“Cuaca berbahaya sedang terbentuk besok di wilayah tenggara negara ini. Kombinasi cuaca panas, kering, dan berangin berarti setiap kebakaran yang muncul, atau yang saat ini sudah terjadi, berpotensi menjadi tidak terkendali dan sulit dipadamkan,” ujar Narramore dalam wawancara, dikutip dari Bloomberg.
Ia menambahkan, kawasan tenggara Australia kini menghadapi kondisi gelombang panas terpanjang sejak kebakaran hutan besar Black Saturday pada 2009. Kebakaran tersebut merupakan yang terparah dalam sejarah Australia dan menewaskan 173 orang di Victoria.
Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir telah memicu sejumlah kebakaran hutan yang sebagian masih berlangsung hingga kini. Otoritas setempat turut memperingatkan bahwa suhu panas dapat meningkatkan status bahaya kebakaran ke level “ekstrem” di sebagian wilayah Australia Selatan dan Victoria.
Kota Melbourne bahkan sempat diselimuti asap tebal pada Minggu pagi akibat kebakaran yang tak terkendali di kawasan Otway Ranges, barat daya kota tersebut.
#australia-gelombang-panas #suhu-rekor-australia #kebakaran-lahan-australia #permintaan-listrik-australia #suhu-new-south-wales #suhu-victoria #suhu-australia-selatan #cuaca-berbahaya-australia #kebaka