Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah 1,17% , Investor Masih Wait and See
Indeks Bisnis-27 melemah 1,17% di tengah sikap investor yang menunggu keputusan The Fed dan rebalancing MSCI, dengan mayoritas saham di zona merah.
(Bisnis.Com) 27/01/26 09:31 115284
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 membuka perdagangan hari ini Selasa (27/1/2026) dengan pelemahan, seiring dengan sikap investor yang masih wait and see terhadap keputusan The Fed dan rebalancing indeks MSCI.
Pada pembukaan perdagangan, yang terpantau melalui IDX mobile pukul 09.05, Indeks kerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia ini, turun 1,17% ke level 563,39.
Mayoritas saham konstituen bergerak di zona merah. Saham-saham yang mengalami pelemahan adalah saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) sebesar 4,12% menuju level Rp26.150, disusul saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun sebesar 3,78% ke level Rp4.580, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga memerah sebesar 3,26% ke level Rp1.485.
Berikutnya saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah sebesar 2,99% ke level Rp2.270, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADMR) turun 2,93% ke level Rp2.320, hingga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 2,34% ke level Rp3.760.
Sebaliknya saham yang bergerak di zona hijau adalah saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 1,94% ke level Rp2.630, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menguat 1,2% dan ke level Rp1.260, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 0,6% ke level Rp334.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan cenderung terbatas dan tertekan, seiring pelemahan saham-saham konglomerasi menjelang pengumuman rebalancing MSCI awal
Februari 2026. Tekanan eksternal juga berasal dari ketidakpastian geopolitik global serta sikap wait and see pasar menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini. Dari sisi pergerakan, IHSG terutama ditopang oleh saham-saham komoditas, khususnya emas, seiring harga emas dunia yang menembus US$5.000 per troy ounce.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan area support di 8.922 dan resistance di 9.035.
Berdasarkan riset tim BRI Danareksa Sekuritas, di tengah ketidakpastian global, sektor komoditas, terutama emas, masih menjadi pilihan defensif utama, sembari menunggu keputusan The Fed dan hasil rebalancing MSCI dengan metodologi terbaru.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#indeks-bisnis-27 #investor-wait-and-see #pelemahan-saham #saham-zona-merah #saham-zona-hijau #saham-pt-united-tractors #saham-pt-aneka-tambang #saham-pt-trimegah-bangun-persada #saham-pt-mayora-indah #n-a