Cuaca Ekstrem Gerus Kinerja Dunia Usaha Bali Hingga Turun 17,17%
Kinerja dunia usaha di Bali turun 17,17% pada Q4 2025 akibat cuaca buruk, menurunnya sektor akomodasi, transportasi, dan administrasi pemerintahan.
(Bisnis.Com) 27/01/26 17:31 115964
Bisnis.com, DENPASAR – Survei Bank Indonesia menunjukkan kegiatan dunia usaha di Bali pada kuartal IV/2025 melandai jika dibandingkan kuartal sebelumnya.
Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha sebesar 35,46%, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 53,17%.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja menjelaskan melandainya kegiatan dunia usaha pada kuartal IV/2025 utamanya dipicu oleh penurunan kinerja lapangan usaha (LU) Penyediaan akomodasi makanan dan minuman (Akmamin) dari 19,12% pada kuartal III/2025 menjadi sebesar -0,67% pada kuartal IV/2025, dan lapangan usaha transportasi dan pergudangan dari 0,55% pada kuartal III/2025 menjadi -0,92% pada kuartal IV/2025.
"Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca di Bali pada periode kuartal IV/2025 yang tidak menentu dan curah hujan yang cukup tinggi. Peningkatan curah hujan sejalan dengan dengan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan peningkatan frekuensi kejadian hujan lebat ekstrem sebesar 20% (qtq)," jelas Erwin, Selasa (27/1/2026).
Kondisi cuaca tersebut diprakirakan memicu terbatasnya kegiatan wisata di Bali. Data kunjungan wisatawan Angkasa Pura (AP) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menunjukkan terjadinya penurunan kedatangan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) pada triwulan IV 2025 sebesar -13% (qtq) atau dari jumlah kedatangan sebanyak 3,4 juta orang menjadi 2,9 juta orang.
Perlambatan kinerja Bali juga disebabkan oleh menurunnya lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dari 5,55% pada triwulan III 2025 menjadi 4,16% pada triwulan IV 2025. Hal tersebut seiring dengan adanya pengetatan penggunaan anggaran serta perubahan prioritas kebijakan yang memperlambat serapan anggaran.
Di sisi lain, penurunan lebih dalam tertahan oleh LU pertanian, kehutanan dan perikanan yang mampu memberikan optimisme pada dunia usaha, dengan peningkatan sebesar 3,27% atau dari 9,07% menjadi 12,34%. Berdasarkan hasil survei, peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya ketersediaan air untuk pertanian sejalan dengan musim penghujan.
"Selain itu, terdapat musim panen gadu [hasil musim tanam padi kedua] komoditas padi di sekitar Oktober hingga November 2025," ujar Erwin.
#bali-dunia-usaha #survei-bank-indonesia #kinerja-dunia-usaha #penurunan-kinerja-bali #saldo-bersih-tertimbang #akomodasi-makanan-minuman #transportasi-pergudangan-bali #cuaca-bali-2025 #wisata-bali-20