Guru Besar UI: GERD Tidak Menyebabkan Kematian Secara Langsung
Guru Besar UI menegaskan GERD tidak menyebabkan kematian langsung, namun dapat memicu komplikasi serius seperti kanker jika tidak ditangani dengan baik.
(Bisnis.Com) 27/01/26 19:26 116114
Bisnis.com, JAKARTA - Guru Besar Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menegaskan penyakit Gerd tidak menyebabkan kematian secara langsung.
Hal itu disampaikannya menyusul viral di media sosial jika sakit Gerd bisa menyebabkan kematian pada penderitanya.
Prof Ari mengatakan saat ini tren kasus sakit Gerd di masyarakat cenderung meningkat.
Karena itu, katanya, masyarakat terutama penderitanya harus memahami bahwa Gerd berbeda dengan sakit maag biasa. Menurutnya, Gerd cenderung lebih memicu komplikasi serius karena peningkatan asam lambung berlebih.
Dampaknya, menurut Prof Ari adalah gangguan di kerongkongan seperti perlukaan, penyempitan dan lesi-lesi yang bisa membentuk pre cancer dan bahkan bisa menyebabkan cancer di kemudian waktu jika tidak ditangani.
Selain itu, katanya, asam lambung yanh meningkat juga bisa menyebabkan gangguan pada organ lain seperti telinga berdenging, hidung akan berasa bersin-bersin atau radang hidung di sinus, kemudian di pita suara akan menimbulkan suara serak sampai juga ke paru-paru.
"Jadi memang dampaknya luarbiasa jika seseorang mengalami Gerd dan tidak ditangani dengan baik. Tapi sekali lagi tentu tidak secara langsung menyebabkan risiko kematian. Yang paling fatal bisa menjadi kanker," ujarnya pada Bisnis.
Dia juga menyampaikan dampak bahaya lain dari Gerd adalah pasien bisa mudah merasa terganggu kemudian juga akan anxiety, karena asam lambung naik ke kerongkongan dia akan terasa tercekik dan merasa susah bernapas. Sehingga muncul lah anxiety karena kekhawatiran penyakit jantung.
Prof Ari juga mengatakan Gerd merupakan penyakit yang bisa menyerang segala usia, dan pada umumnya terjadi pada usia produktif mulai dari 20 tahun-40 tahun.
Namun, dokter gastrologi anak-anak juga saat ini sering menemukan kasus Gerd pada anak, yang penyebabnya karena pola makan yang tidak tepat dan tidak beraturan.
"Namun, lagi-lagi saya tekankan Gerd tidak menimbulkan risiko kematian secara langsung tapi dampaknya tadi bisa terbentuk cancer pada usia 50 tahun- 60 tahun," tambahnya.
Adapun, tanda bahaya yang harus diwaspadai para penderita Gerd antaralain mengalami muntah-muntah hebat, berat badan turun, BAB berwarna hitam yang menandakan ada pendarahan dalam lambung. Selain itu kadang juga ada yang mengalami muntah darah.
Meski demikian, Prof Ari menjelaskan
penyakit gerd itu bisa diobati karena itu pasien-pasien yang mengalmi Gerd harus berobat secara teratur dan perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi bahkan kalau perlu pemeriksaan Ph Meter untuk menentukan apakah memang terjadi peningkatan asam lambung yang berlebihan.
Tujuannya, agar asam lambung itu tidak berbalik arah ke kerongkongan atau ke organ-organ lain. Caranya, dengan mencegah penyebab kemunculannya dan mengobati dengan baik dan kontrol teratur.
Penyakit ini pun ditimbulkan karena gaya hidup, karena itu perubahan gaya hidup itu penting. Seperti pola makan, berat badan terutama peminum alkohol atau perokok harus setop.
"Jadi sekali lag penyakit ini memang luarbiasa tapi di satu sisi ada obat-obat baru muncul yang akan sangat membantu pasien-pasien Gerd karena kerjanya lebih baik daripada jenis obat PPI yang kita kenal selama ini," tutupnya.
Dilansir dari Kemenkes Gastroesophageal Reflux (GERD) merupakan kondisi yang memengaruhi saluran pencernaan manusia, di mana cairan asam dan komponen lambung tersebut naik kembali ke arah saluran makanan atau kerongkongan (esofagus).
Aliran balik asam lambung dan isi perut ke esofagus dapat menimbulkan sensasi perih dan panas yang terasa seperti terbakar di bawah tulang dada, sensasi ini dikenal dengan istilah heartburn.
Selain sensasi terbakar di area dada atau heartburn, berikut ini adalah tanda-tanda GERD yang umum dirasakan:
1. Rasa pahit di mulut: Rasa tidak enak di mulut akibat asam lambung yang naik.
2. Mual: Perasaan ingin muntah yang sering terjadi.
3. Regurgitasi (makanan kembali ke mulut dari kerongkongan): Makanan yang sudah ditelan kembali naik ke mulut.
4. Karies pada gigi: Kerusakan gigi akibat asam lambung yang naik.
Batuk kronis: Batuk berkepanjangan yang disebabkan oleh iritasi pada tenggorokan.
5. Nyeri menelan atau kesulitan menelan: Rasa sakit atau sulit saat menelan makanan atau minuman.
6. Bau mulut: Nafas tidak sedap yang disebabkan oleh asam lambung.
7. Sakit tenggorokan dan suara serak: Iritasi pada tenggorokan yang menyebabkan sakit dan perubahan suara.
#gerd #gerd-dan-kematian #gerd-dan-kanker #asam-lambung #komplikasi-gerd #gejala-gerd #pengobatan-gerd #risiko-gerd #gerd-pada-anak #gerd-usia-produktif #gerd-dan-anxiety #tanda-bahaya-gerd #endoskopi