Grab Kuasai Layanan Pesan Antar Makanan di RI 2025, Kalahkan Gojek dan ShopeeFood
Grab memimpin pasar layanan pesan-antar makanan di Indonesia dengan pangsa 46% pada 2025, mengungguli Gojek dan ShopeeFood.
(Bisnis.Com) 28/01/26 14:24 117067
Bisnis.com, JAKARTA — Grab menguasai pasar layanan pesan-antar makanan di Indonesia dengan pangsa 46% dari total nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) pada 2025.
Posisi tersebut menempatkan Grab di atas Gojek yang menguasai 31% pasar serta ShopeeFood sebesar 23%.
Berdasarkan laporan Food Delivery Platforms in Southeast Asia dari Momentum Works, nilai GMV layanan pesan-antar makanan di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai US$6,4 miliar atau sekitar Rp107,1 triliun.
Secara regional, Grab juga masih memimpin pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara dengan pangsa mencapai 55% dari total GMV pada 2025. Nilai transaksi industri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai US$22,7 miliar atau setara Rp379,8 triliun.
Laporan Momentum Works mencakup enam negara, yakni Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Di Thailand, total GMV sektor food delivery tercatat sebesar US$5,1 miliar atau sekitar Rp85,3 triliun. Grab masih memimpin dengan penguasaan pasar 47%, disusul LINE MAN Wongnai sebesar 41% dan ShopeeFood 10%.
Untuk Malaysia, nilai transaksi layanan pesan-antar makanan mencapai US$3,1 miliar atau sekitar Rp51,9 triliun. Grab mendominasi pasar dengan pangsa 67%, diikuti Foodpanda 22% dan ShopeeFood 11%.
Di Filipina, GMV sektor food delivery juga tercatat sebesar US$3,1 miliar atau sekitar Rp51,9 triliun. Grab menguasai mayoritas pasar dengan pangsa 65%, sementara Foodpanda mencatatkan 35%.
Adapun di Singapura, total GMV mencapai US$2,9 miliar atau setara Rp48,5 triliun. Grab memimpin pasar dengan penguasaan 69%, diikuti Foodpanda 24% dan Deliveroo 7%.
Sementara di Vietnam, nilai GMV layanan pesan-antar makanan tercatat sebesar US$2,1 miliar atau sekitar Rp35,1 triliun. Persaingan berlangsung ketat antara Grab dan ShopeeFood yang masing-masing menguasai 48% pangsa pasar.
Secara umum, pasar layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan positif pada 2025. GMV industri tercatat tumbuh 18% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga mencapai Rp379,8 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan 13% pada 2024.
“Capaian ini menandai tahun kedua berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit, setelah beberapa tahun penyesuaian pascapandemi,” tulis laporan tersebut.
Momentum Works juga mencatat seluruh negara yang dianalisis membukukan pertumbuhan dua digit, dengan Thailand muncul sebagai pasar dengan laju pertumbuhan tercepat sekitar 22% YoY.
Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh stimulus pemerintah, persaingan industri yang semakin ketat, serta berbagai inisiatif keterjangkauan harga yang dijalankan oleh platform.
Laporan mencatat keterjangkauan harga menjadi medan persaingan utama. Platform berfokus pada penawaran berbiaya rendah untuk memperluas permintaan pasar massal, yang tidak hanya memperketat kompetisi tetapi juga secara signifikan memperbesar ukuran pasar secara keseluruhan.
Selain itu, platform mulai berevolusi menjadi pengatur permintaan (demand orchestrators) dengan daya tawar yang semakin besar terhadap merchant. Iklan, layanan makan di tempat (dine-out), serta solusi penemuan (discovery solutions) membentuk ulang perjalanan pelanggan. Grab juga mulai meluncurkan mini-apps, yang menjadi pendorong penting menuju pengembangan super app yang sesungguhnya.
Di sisi lain, laporan menyebut TikTok diperkirakan kecil kemungkinannya untuk menjadi pesaing langsung platform pesan-antar makanan di Asia Tenggara dalam waktu dekat.
“Hal ini bukan karena keterbatasan kapabilitas, melainkan hasil perhitungan berbasis data mengenai strategi yang paling masuk akal untuk dijalankan,” tulis laporan.
#grab-pesan-antar #grab-indonesia #grab-gojek #grab-shopeefood #grab-asia-tenggara #grab-market-share #grab-gmv #grab-food-delivery #grab-super-app #grab-momentum-works #grab-pertumbuhan-pasar #grab-la