Baru Dibuka, IHSG Langsung Anjlok Hampir 7% Pagi Ini Saham Perbankan Berguguran

Baru Dibuka, IHSG Langsung Anjlok Hampir 7% Pagi Ini Saham Perbankan Berguguran

IHSG anjlok 6,62% ke 7.769,60 pada 29 Januari 2026 akibat panic selling dan pembekuan MSCI, memicu pelemahan saham perbankan dan risiko pasar Indonesia.

(Bisnis.Com) 29/01/26 09:20 118017

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 6,62% ke posisi 7.769,60 pada pukul 09.15 WIB. Dari ratusan konstituen, hanya 89 saham menguat, 493 saham melemah, dan 376 saham stagnan.

Dari jajaran saham berkapitalisasi jumbo, penguatan hanya dialami oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang masih menguat 1,60% ke Rp1.585 per saham.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 1,11% ke Rp3.550, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) terkoreksi 1,25% ke Rp15.800, atau PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terkoreksi 1,43% ke Rp6.900.

Pelemahan juga dialami oleh saham-saham perbankan, seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 3,51% ke Rp4.400, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 3,83% ke Rp4.270, hingga PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ambles 4,63% ke Rp6.700.

Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) bahkan terkoreksi hingga 15,00% ke Rp1.955, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 13,86% ke Rp7.150, hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 14,98% ke Rp83.825 per saham.

Sebelumnya, Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan IHSG kemarin melemah terseret sentimen dari panic selling, setelah MSCI Global Standard Indexes mengumumkan melakukan pembekuan sementara kenaikan bobot dan penambahan saham Indonesia dalam indeks global.

MSCI juga menyampaikan sinyal peringatan kepada otoritas pasar modal Indonesia untuk segera melakukan pembenahan sistem pelaporan, terutama terkait ketidakjelasan struktur kepemilikan dan potensi indikasi perdagangan semu.

Apabila perbaikan transparansi tidak terealisasi hingga Mei 2026, Indonesia menghadapi dua risiko utama, yaitu pemangkasan bobot (weighting reduction) Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets, yang berpotensi memicu arus keluar dana asing lebih lanjut dan risiko yang lebih ekstrem berupa penurunan klasifikasi dari pasar berkembang (emerging market) menjadi frontier market.

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, hal ini menjadi sebuah peringatan untuk otoritas pasar modal Indonesia.

Sebagai informasi, MSCI adalah perusahaan riset investasi global yang menyediakan indeks saham, data, dan alat analisis portofolio yang menjadi acuan utama bagi manajer investasi dan investor di seluruh dunia. Sementara itu, Indeks MSCI adalah indeks yang diluncurkan oleh MSCI, untuk mencerminkan pergerakan harga saham pada berbagai kategori yang dibentuk.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg-anjlok #saham-perbankan-melemah #ihsg-terkoreksi #saham-bri-turun #saham-mandiri-turun #saham-bni-turun #saham-bca-turun #panic-selling-ihsg #msci-pembekuan-indeks #pasar-modal-indonesia #saham-k

https://market.bisnis.com/read/20260129/7/1948234/baru-dibuka-ihsg-langsung-anjlok-hampir-7-pagi-ini-saham-perbankan-berguguran