IHSG Anjlok 8%, BEI Kembali Berlakukan Trading Halt Pagi Ini
IHSG turun 8% akibat sentimen negatif MSCI, BEI hentikan perdagangan sementara. Investor asing mulai de-risking, memicu arus keluar pasif besar.
(Bisnis.Com) 29/01/26 09:34 118047
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol 8% pagi ini.
Berdasarkan data BEI, IHSG anjlok 8% menjadi 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB, Kamis (29/1/2026). Kapitalisasi di BEI kini tercatat Rp13,846,41 triliun.
Adapun, tradinghalt akibat koreksi harga besar-besaran di lantai bursa ini kelanjutan dari sentimen negatif usai penyedia indeks global MSCI mengumumkan pembekukuan rebalancing untuk saham asal Indonesia.
"BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025," tulis BEI dalam pengumumannya, Kamis (29/1/2026).
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata pun menjelaskan respons dari pengumuman MSCI kemarin telah membuat investor asing, khususnya global fund aktif, mulai melakukan de-risking yang berimbas pada pelemahan IHSG.
“Ini bukan panic selling, melainkan penyesuaian dini untuk mengurangi eksposur menjelang sikap MSCI yang telah terkonfirmasi dan berpotensi memicu arus keluar pasif yang besar,” ujar Liza, Rabu (28/1/2026).
Dengan demikian, kata dia, aktivitas front-running sudah dimulai, meski belum pada skala forced selling. Liza juga menjelaskan kebijakan interim freeze dari MSCI dapat menghilangkan potensi kenaikan bobot indeks dalam waktu dekat, termasuk peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF), migrasi ukuran dari Small ke Standard, serta potensi masuknya saham baru.
Akibatnya, ucap Liza, Indonesia kehilangan salah satu katalis struktural utama yang biasanya menopang valuasi saham berkapitalisasi besar di IHSG.
Liza juga menyebut selama isu transparansi kepemilikan dan konsentrasi belum dibenahi, Indonesia cenderung dipersepsikan sebagai pasar dengan risk premium lebih tinggi, bukan pasar yang sedang berada dalam siklus peningkatan status.
Dia menjelaskan dampak dari pengumuman MSCI ini terhadap selera investor asing jelas negatif, terutama bagi dana pasif dan dana berbasis benchmark. Menurutnya, arus masuk pasif di IHSG yang terkait MSCI praktis tertahan, sementara dana aktif kemungkinan menjadi lebih selektif dan mempertahankan posisi underweight di Indonesia sampai ada perbaikan regulasi yang kredibel.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-anjlok #bei-trading-halt #ihsg-8 #msci-rebalancing #investor-asing #de-risking #front-running #forced-selling #msci-freeze #foreign-inclusion-factor #saham-indonesia #kapitalisasi-pasar #risk-pr