10 Saham Konstituen MSCI Indonesia Index Kompak Jeblok, Ada BBCA, DSSA, hingga BREN

10 Saham Konstituen MSCI Indonesia Index Kompak Jeblok, Ada BBCA, DSSA, hingga BREN

IHSG turun 8% akibat anjloknya saham MSCI Indonesia Index, termasuk BBCA, DSSA, dan BREN, memicu trading halt pada 29 Januari 2026.

(Bisnis.Com) 29/01/26 10:03 118110

Bisnis.com, JAKARTA — Pasar saham Indonesia kembali terpuruk pada hari ini, Kamis (29/1/2026), melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya akibat sentimen MSCI. Kinerja saham-saham konstituen MSCI Indonesia Index pun terus merosot.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG dibuka turun tajam 5,09% menuju level 7.896 pada pukul 09.04 WIB. IHSG resmi meninggalkan level 8.000 dengan 64 saham menguat, 552 saham melemah, dan 74 saham stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp14.302,72 triliun.

Setelah perdagangan sesi I berjalan selama 24 menit, IHSG turun 8% sehingga terjadi pembekuan sementara perdagangan saham.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nrahmad mengatakan BEI melakukan trading halt dilakukan pada Kamis (29/1/2026) pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) karena IHSG turun 8%.

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” tulisnya dalam keterangan resmi.

Anjloknya IHSG tak terlepas dari jatuhnya saham-saham konstituen MSCI Indonesia Index. Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjabarkan bahwa Indeks MSCI Indonesia dirancang untuk mengukur kinerja segmen saham berkapitalisasi besar dan menengah di pasar Indonesia.

Dengan 18 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 85% dari keseluruhan pasar saham Indonesia. Berdasarkan sektornya, konstituen MSCI Indonesia Index terdiri atas finansial (47,98%), material (14,74%), energi 9,96%, jasa komunikasi 8,68%, industi 6,83%, konsumer 5,03%, utilitas 3,92%, dan consumer discretionary 2,88%.

MSCI mengungkap 10 dari 18 saham konstituen Indeks MSCI Indonesia dengan bobot terbesar per 31 Desember 2025. Saham tersebut ialah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII).

Lima saham lainnya, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

Melanjutkan koreksi kemarin, 10 saham konstituen Indeks MSCI Indonesia itu kembali mengalami tekanan jual sehingga mencatatkan penurunan harga saham yang signifikan pada perdagangan Kamis (29/1/2026).

Tiga saham yang paling jeblok ialah saham BRPT turun 15% ke level Rp1.955, DSSA turun 14,98% ke level Rp83.825, dan BREN turun 14,16% ke level Rp7.125 per saham.

Berikut kinerja saham 10 konstituen MSCI Indonesia Index per 09.26 WIB.

  • BBCA turun 7,12% ke level Rp6.525
  • BBRI turun 3,9% ke level Rp3.450
  • BMRI turun 6,8% ke level Rp4.250
  • TLKM turun 6,34% ke level Rp3.250
  • ASII turun 4,05% ke level Rp5.925
  • DSSA turun 14,98% ke level Rp83.825
  • AMMN turun 6,79% ke level Rp6.525
  • BREN turun 14,16% ke level Rp7.125
  • BRPT turun 15% ke level Rp1.955
  • BBNI turun 8,33% ke level Rp4.070

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#saham-msci #ihsg-turun #saham-indonesia #msci-indonesia-index #saham-bbca #saham-dssa #saham-bren #saham-brpt #trading-halt-bei #kapitalisasi-pasar-bei #saham-bbri #saham-bmri #saham-tlkm #saham-asii #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260129/7/1948251/10-saham-konstituen-msci-indonesia-index-kompak-jeblok-ada-bbca-dssa-hingga-bren