Tesla Investasi Rp33 triliun ke xAI Elon Musk, Kejar Ambisi AI

Tesla Investasi Rp33 triliun ke xAI Elon Musk, Kejar Ambisi AI

Tesla investasi Rp33 triliun ke xAI Elon Musk untuk integrasi AI, meski ada kontroversi pemegang saham. Langkah ini mendukung strategi AI Tesla dan pengembangan robot.

(Bisnis.Com) 29/01/26 13:45 118398

Bisnis.com, JAKARTA — Tesla mengungkapkan komitmen pendanaan senilai US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun kepada xAI, startup kecerdasan artifisial yang didirikan oleh Elon Musk.

Pengumuman ini disampaikan melalui surat pemegang saham yang dirilis bersamaan dengan laporan pendapatan perusahaan.

Investasi strategis ini menempatkan produsen mobil listrik tersebut sebagai salah satu investor utama dalam putaran pendanaan Seri E xAI yang baru saja mengumpulkan total Rp336 triliun.

Melalui suntikan dana ini, Tesla kini menguasai kepemilikan kurang dari 1% di xAI, namun memperdalam keterikatan operasional kedua entitas tersebut.

Tesla menjelaskan bahwa investasi ini selaras dengan strategi perusahaan untuk mengintegrasikan AI ke dalam produk fisik mereka. Kesepakatan kerangka kerja juga telah ditandatangani untuk memfasilitasi kolaborasi masa depan.

“Sebagaimana ditetapkan dalam Master Plan Part IV, Tesla sedang membangun produk dan layanan yang membawa AI ke dunia fisik. Sementara itu, xAI mengembangkan produk dan layanan AI digital terkemuka, seperti model bahasa besarnya [Grok],” tulis pihak Tesla dalam surat pemegang saham dikutip dari TechCrunch, Kamis (29/1/2026).

Chief Executive Officer Tesla Elon Musk membela keputusan investasi tersebut sebagai langkah pragmatis untuk mempercepat kemajuan teknologi perusahaan. Menurutnya, kolaborasi ini krusial untuk inisiatif strategis masa depan Tesla, termasuk pengembangan robot humanoid Optimus dan otonomi kendaraan.

“Jika ada hal-hal yang dapat dilakukan xAI untuk mempercepat kemajuan kami, maka mengapa kami tidak melakukannya? Ini adalah bagian dari inisiatif strategis,” kata Musk.

Investasi ini dilakukan di tengah kinerja keuangan Tesla yang mencatatkan penurunan laba sebesar 46% pada tahun lalu, meskipun pendapatan berhasil melampaui estimasi Wall Street.

Chief Financial Officer Tesla Vaibhav Taneja mengisyaratkan peningkatan belanja modal yang signifikan tahun ini untuk mendukung produksi robot Optimus dan otonomi skala besar.

Secara valuasi, xAI kini bernilai sekitar Rp3.864 triliun pasca-pendanaan Seri E. Selain Tesla, investor strategis lain yang terlibat dalam putaran ini mencakup Nvidia, Cisco, Valor Equity Partners, Fidelity, dan Qatar Investment Authority.

Namun, transaksi ini menuai sorotan tajam karena dianggap sebagai kesepakatan sirkular yang berpotensi melanggar tata kelola perusahaan. Pada November tahun lalu, pemegang saham Tesla secara teknis menolak usulan investasi ke xAI karena tingginya angka abstain, meskipun suara setuju mencapai 1,06 miliar berbanding 916,3 juta suara menolak.

Di sisi lain, sekelompok pemegang saham telah mengajukan gugatan hukum terhadap Musk pada Juni 2024 atas dugaan pelanggaran kewajiban fidusia. Gugatan tersebut menuduh Musk mengalihkan sumber daya, talenta, dan peluang AI yang seharusnya milik Tesla ke xAI.

Para penggugat menyoroti bahwa Musk mendirikan xAI setelah porsi kepemilikan sahamnya di Tesla menyusut di bawah 20% pasca-akuisisi Twitter. Dokumentasi hukum juga mencatat adanya perpindahan sejumlah insinyur AI dari Tesla ke xAI, yang dinilai merugikan kepentingan pemegang saham Tesla.

Kerja sama operasional antara kedua perusahaan sebenarnya telah berjalan sebelum investasi ini diumumkan. Tesla diketahui memasok baterai Megapack untuk pusat data xAI, sementara xAI mengintegrasikan chatbot Grok ke dalam beberapa kendaraan Tesla.

#tesla-investasi #elon-musk #xai-elon-musk #investasi-ai #startup-kecerdasan-artifisial #pendanaan-tesla #strategi-ai-tesla #produk-ai-tesla #robot-optimus-tesla #otonomi-kendaraan-tesla #valuasi-xai #n-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260129/84/1948345/tesla-investasi-rp33-triliun-ke-xai-elon-musk-kejar-ambisi-ai