Ekspansi Global, Alfamart (AMRT) Siap Bangun 100 Gerai di Bangladesh
Alfamart (AMRT) berencana membuka 100 gerai baru di Bangladesh melalui kemitraan strategis dengan Kazi Farms dan Mitsubishi Corporation.
(Bisnis.Com) 29/01/26 20:12 119030
Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengelola jaringan minimarket Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) berencana kembali merambah pasar luar negeri di tahun ini. Tidak main-main, Alfamart berencana membuka 100 gerai baru di Bangladesh.
Direktur Sumber Alfaria Trijaya Solihin, menerangkan bahwa sebelum melakukan peresmian pada Selasa (27/1/2026) terhadap gerai perdananya di Dhaka, Bangladesh, perseroan telah menjajaki rencana tersebut sejak satu tahun belakangan.
Gerai ini diketahui bakal dioperasikan oleh Alfamart Trading Bangladesh Ltd. Pembangunan gerai di Bangladesh juga dilakukan Alfamart dengan menjalin kemitraan strategis bersama Kazi Farms dan Mitsubishi Corportation. Hanya saja, Solihin tidak menerangkan berapa nilai investasi terhadap pembangunan gerai pertamanya di Bangladesh.
"Seperti apa nantinya, kita lihat di akhir tahun depan. Kalau berapa jumlahnya, 100. Itu keinginannya," katanya saat ditemui wartawan, Kamis (29/1/2026).
Ihwal potensi dorongan pendapatan dari gerai yang dibangun di Bangladesh, Solihin tidak terang menyebut potensi kontribusi pendapatan di Bangladesh terhadap pemasukan grup.
"Ada nilai tertentu yang belum bisa saya sampaikan, karena nilai ekonomis itu adalah manfaat dari adanya tempat yang kita gunakan dengan melakukan distribusi gerai," katanya.
Selain pembangunan gerai di Bangladesh, Alfamart sebetulnya telah memiliki sebanyak 2.400 gerai di Filipina. Kehadiran AMRT di kedua negara tersebut, kian memberikan kepercayaan diri terhadap perseroan membangun gerai anyar di negara-negara Asia lainnya.
Solohin menegaskan, pihaknya mesti terlebih dahulu memastikan ketersediaandemanddi negara-negara tersebut untuk memastikan daya serap pasar terhadap produk mereka.
"Pasti ada tahun ini di negara lain. Tapi kita masih penjajakan. Masih di negara Asia," tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan, AMRT sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto 7,09% YoY menjadi Rp94,47 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan Rp88,21 triliun. Pendapatan AMRT di semua wilayah mencatatkan peningkatan.
Di Jabodetabek, pendapatan AMRT naik 3,11% YoY menjadi Rp25,46 triliun. AMRT juga mencatatkan pendapatan dari wilayah Jawa di luar Jabodetabek yang naik 3,96% YoY menjadi Rp34,83 triliun. Selain itu, pendapatan AMRT dari luar Jawa naik 14,84% YoY menjadi Rp36,68 triliun.
Pendapatan AMRT dari segmen makanan juga naik 7,15% YoY menjadi Rp66,82 triliun. Sementara, pendapatan AMRT dari segmen non makanan naik 6,96% YoY menjadi Rp27,64 triliun.
Akan tetapi, AMRT mencatatkan pembengkakan pada sejumlah beban. Tercatat, beban penjualan dan distribusi Alfamart naik dari Rp15,04 triliun menjadi Rp16,55 triliun. Ditambah, beban umum dan administrasi Alfamart naik dari Rp1,57 triliun menjadi Rp1,7 triliun.
Alhasil, laba usaha Alfamart susut dari Rp3,1 triliun per kuartal III/2024, menjadi Rp2,95 triliun per kuartal III/2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#alfamart-ekspansi #alfamart-bangladesh #gerai-alfamart #alfamart-internasional #alfamart-global #alfamart-dhaka #alfamart-kazi-farms #alfamart-mitsubishi #alfamart-investasi #alfamart-pendapatan #alfa