India-AS Mendekati Kesepakatan Dagang, Tarif Ekspor Turun jadi 15%
India dan AS hampir sepakat memangkas tarif ekspor India ke AS dari 50% menjadi 15%, dengan India setuju mengurangi impor minyak Rusia dan membuka pasar untuk produk AS.
(Bisnis.Com) 22/10/25 13:57 12165
Bisnis.com, JAKARTA - India dan Amerika Serikat dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dagang yang akan memangkas tarif ekspor India ke AS menjadi sekitar 15%-16% dari sebelumnya 50%, di tengah tekanan Washington agar New Delhi mengurangi impor minyak Rusia.
Menurut laporan surat kabar India, Mint, yang mengutip tiga sumber anonim, dalam kesepakatan itu, New Delhi disebut bersedia secara bertahap mengurangi impor minyak dari Rusia dan membuka pasar bagi ekspor jagung serta bungkil kedelai non-rekayasa genetika (non-GMO) asal Amerika Serikat.
Adapun, pengumuman resmi kemungkinan dilakukan saat Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu di sela-sela KTT Pemimpin Asean di Malaysia pekan depan.
KTT Asean dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur pada 26–28 Oktober 2025. Menteri Perdagangan India Piyush Goyal dan sejumlah pejabat lainnya belum menanggapi permintaan komentar dari Mint, sementara Kedutaan Besar AS di India mengarahkan pertanyaan ke Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR).
Melansir Bloomberg pada Rabu (22/10/2025) bulan lalu, Trump memberlakukan tarif 50% terhadap ekspor India ke AS sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia oleh New Delhi dan hambatan dagang tinggi terhadap produk Amerika.
Kebijakan itu menjadikan India negara dengan tarif ekspor ke AS tertinggi di Asia, sekaligus memperburuk hubungan bilateral yang sebelumnya terus menghangat dalam beberapa tahun terakhir.
Kendati demikian, kedua pihak tetap melanjutkan negosiasi untuk mencapai kompromi. Dalam perayaan Diwali di Gedung Putih pada Selasa (21/10/2025), Trump menyampaikan Modi telah memberinya jaminan bahwa India akan mengurangi pembelian minyak dari Rusia, membuka peluang tercapainya kesepakatan baru.
Modi mengonfirmasi adanya percakapan tersebut lewat unggahan di platform X, namun tidak merinci isi pembicaraan.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, India menjadi pembeli utama minyak mentah Rusia dengan harga diskon. AS dan sekutunya menilai pembelian tersebut membantu pendanaan perang Moskow, sementara minyak Rusia kini menyumbang sekitar sepertiga impor energi India, meski Washington terus menekan agar arus pasokan itu dibatasi.
Trump sebelumnya mengatakan telah menerima komitmen langsung dari Modi bahwa India akan menghentikan impor minyak Rusia, namun pemerintah India belum mengonfirmasi hal tersebut. Kementerian Luar Negeri India bahkan sempat menyatakan tidak mengetahui adanya komunikasi resmi antara kedua pemimpin saat itu.
Meski belum ada pengumuman resmi, perusahaan minyak negara India dan Reliance Industries Ltd. dikabarkan mulai mengurangi pembelian minyak Rusia dan beralih ke pasokan dari Timur Tengah.
Seorang pejabat India menyebut bahwa perundingan perdagangan di Washington pekan lalu menunjukkan kemajuan signifikan, menandai langkah positif menuju penurunan tarif dan pemulihan hubungan dagang antara kedua negara ekonomi besar Asia dan Amerika tersebut.
#india-as #kesepakatan-dagang #tarif-ekspor #impor-minyak #new-delhi #ekspor-jagung #bungkil-kedelai #non-gmo #donald-trump #narendra-modi #ktt-asean #perdagangan-india #tarif-50 #hubungan-bilateral #m