IHSG Hari Ini (3/2) Risiko Melemah, Uji Resistance 7.790–8.270
IHSG diperkirakan melemah terbatas pada 3 Februari 2026 akibat penyesuaian struktural BEI dan OJK. Diskusi dengan MSCI berlanjut, meningkatkan transparansi pasar.
(Bisnis.Com) 03/02/26 08:31 123526
Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Selasa (3/2/2026) diperkirakan masih melemah terbatas sejalan dengan langkah penyesuaian struktural dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merespons Morgan Stanley Capital International atau MSCI.
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan sentimen pasar domestik berlanjut dengan diskusi dengan MSCI berjalan konstruktif dan akan berlanjut ke pembahasan teknis.
Dalam pembahasan tersebut MSCI telah memberikan panduan metodologi dan perhitungan, sementara OJK bersama BEI dan KSEI berkomitmen menyampaikan perkembangan secara berkala dan meningkatkan transparansi pasar.
OJK juga telah mengatakan akan membuka penurunan ambang batas disclosure kepemilikan saham dari di atas 5% menjadi di atas 1%.
Selain itu juga peningkatan klasifikasi dan keterbukaan data investor, termasuk ultimate beneficial owner, hingga kenaikan free float minimum dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.
Namun, tim riset Pilarmas menilai proses ini tidak instan. Implementasi kebijakan membutuhkan waktu, dan pasar masih harus melewati fase penyesuaian.
Melihat kondisi tersebut, Pilarmas menilai IHSG belum akan kembali ke level normal dalam waktu dekat, mengingat perubahan struktural yang sedang berlangsung.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan melemah terbatas dengan area support, resistance di kisaran 7.790–8.270," tulis riset yang dikutip, Selasa (3/2/2026).
Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan potensi IHSG rebound mulai terlihat, tetapi investor perlu waspada terhadap pergerakan semu di tengah volatilitas tinggi.
Sisi lain Pilarmas Investindo menilai kebijakan ini berpotensi meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Transparansi kepemilikan akan mengurangi kekhawatiran soal kepemilikan tersembunyi, sementara peningkatan free float dapat memperdalam likuiditas dan memperluas basis investor.
"Meski demikian, dalam jangka pendek, penyesuaian ini bisa menimbulkan tekanan pada emiten tertentu," lanjut riset tersebut.
Adapun sejumlah saham yang patut diperhatikan adalah PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang telah menargetkan produksi antara 165.000–170.000 barel setara minyak per hari (boepd) pada 2026 atau tingkat produksi tertingginya.
Selain itu juga saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang mendirikan tiga anak usaha baru untuk memperkuat ekosistem.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg-melemah #ihsg-3-februari-2026 #ihsg-penyesuaian #ihsg-bei-ojk #ihsg-msci #ihsg-transparansi #ihsg-free-float #ihsg-volatilitas #ihsg-kredibilitas #ihsg-investor-global #ihsg-pasar-modal #ihsg-emi