Intip Sektor Saham Andalan Manulife (MAMI) Usai IHSG Diguncang MSCI

Intip Sektor Saham Andalan Manulife (MAMI) Usai IHSG Diguncang MSCI

Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) fokus pada sektor saham consumer, finansial, dan material untuk meminimalisasi risiko dan mengoptimalkan imbal hasil di tengah ketidakpastian pasar.

(Bisnis.Com) 05/02/26 19:11 127267

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah kondisi pasar saham yang tengah dibayangi ketidakpastian, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengintip peluang pada sektor-sektor saham spesifik yang diprediksi akan menjadi penopang utama pertumbuhan ke depan.

Chief Investment Officer, Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Samuel Kesuma menerangkan langkah diversifikasi aset ke sektor saham andalan ini diambil untuk meminimalisasi risiko sekaligus mengoptimalkan imbal hasil bagi investor.

“Saat ini kami melihat peluang menarik di sektorconsumer, finansial, danmaterialsyang tentunya kami seleksi dengan hati-hati, berbasis riset fundamental dan disiplin valuasi, untuk memastikan setiap aset yang masuk ke portofolio memiliki profilrisk–returnyang tepat bagi masing-masing portofolio yang kami kelola,” katanya kepadaBisnis, Kamis (5/2/2026).

Salah satu produk reksa dana MAMI adalah Manulife Dana Saham Kelas A, yang pada periode 27 Januari–2 Februari 2026 telah mengalami koreksi sebesar 5,13%. Periode tersebut adalah saat MSCI Inc. mengumumkan pembekuanrebalancingterhadap saham Tanah Air.

Produk reksa dana saham Manulife ini sebetulnya mengalokasikan 90,24% asetnya kepada saham dan hanya 9,76% kepada pasar uang. Beberapa saham yang mendapatkan eksposur tertinggi antara lain BBCA, saham bank BUMN, ASII, TLKM, ICBP, INDF, hingga BRPT.

Melansirfund fact sheetManulife Dana Saham Kelas A, sebagian besar konstituen dalam reksa dana ini masih didominasi sektor keuangan sebesar 36,62%, material sebesar 14,19%, dan layanan komunikasi sebesar 13,06%. Hal itu sejalan dengan rencana MAMI untuk kian memperbesar eksposur terhadap sektor-sektor tersebut.

Meskipun begitu, upaya memperbesar eksposur terhadap saham dalam sektor tersebut akan turut mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan hingga prospek pertumbuhan perusahaan ke depan. Hal itu dinilai penting untuk dilakukan guna memastikan nilai tambah bagi investor dalam jangka panjang.

“Koreksi pasar membuka momentum untuk meningkatkan bobot pada saham-saham berfundamental kuat yang saat ini berada pada valuasi yang lebih menarik. Ketika sentimen membaik dan kepanikan mereda, aset-aset berkualitas tersebut memiliki ruang pemulihan yang signifikan dan berpotensioutperformterhadap pasar,” tegasnya.

Secara umum, MAMI memandang bahwa kondisi IHSG yang ambles belakangan, justru mampu membuat valuasi banyak saham berfundamental kuat menjadi lebih menarik.

Belum lagi, langkah OJK dan BEI untuk melakukan reformasi terhadap pasar modal disebut bakal memberikan dampak konstruktif bagi pasar saham Tanah Air dan meningkatkan daya tariknya bagi investor global.

“Koreksi pasar tentu mempengaruhi AUM industri, namun bagi kami yang lebih penting adalah kualitas pengelolaan portofolio,” tambahnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#manulife-aset-manajemen-indonesia #mami-saham-andalan #sektor-saham-spesifik #diversifikasi-aset-saham #sektor-consumer-finansial-materials #manulife-dana-saham #reksa-dana-saham-mami #saham-bank-bumn

https://market.bisnis.com/read/20260205/92/1950530/intip-sektor-saham-andalan-manulife-mami-usai-ihsg-diguncang-msci