19 Korporasi Indonesia yang Prospeknya Diturunkan Moody's jadi Negatif

19 Korporasi Indonesia yang Prospeknya Diturunkan Moody's jadi Negatif

Moody's menurunkan prospek 19 korporasi Indonesia dari stabil ke negatif, mencerminkan risiko kebijakan dan kredibilitas ekonomi RI yang menurun.

(Bisnis.Com) 09/02/26 15:05 130652

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat Moody’s Ratings menurunkan outlook atau prospek 19 emiten Indonesia dari stabil menjadi negatif sejalan dengan keputusan merevisi outlook utang RI menjadi negatif dengan peringkat tetap Baa2.

Moody’s Rating menyampaikan perubahan tersebut dalam beberapa pengumuman terpisah pada Jumat (6/2/2026).

Untuk sektor non-finansial, perubahan outlook dari stabil ke negatif dilakukan Moody\'s terhadap PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular, dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Perubahan outlook dari stabil ke negatif juga dilakukan Moody\'s terhadap perusahaan Indonesia di sektor keuangan. Mereka ialah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN).

Masih di sektor multifinance, Moody\'s menurunkan prospek PT Astra Sedaya Finance, PT Federal International Finance, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dari stabil ke negatif.

Tiga perusahaan lainnya yang diturunkan prospeknya oleh Moody\'s dari stabil menjadi negatif, yaitu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN, dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Menurut Moody’s, outlook negatif pada peringkat sovereign Indonesia Baa2 menunjukkan meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia, tecermin dari menurunnya prediktabilitas dan koherensi dalam proses perumusan kebijakan, serta komunikasi kebijakan yang kurang efektif selama setahun terakhir.

“Apabila tren ini berlanjut, hal tersebut berpotensi mengikis kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama terbangun, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan,” tulis Moody’s.

Moody’s juga menjelaskan seiring dengan outlook negatif yang didapatkan perusahaan-perusahaan tersebut, Moody’s tidak mengharapkan adanya momentum kenaikan peringkat pada perusahaan-perusahaan tersebut.

Outlook dapat dikembalikan menjadi stabil apabila outlook peringkat sovereign Indonesia kembali stabil dan kualitas kredit perusahaan-perusahaan tersebut secara umum tetap tidak berubah,” ujar Moody’s.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila peringkat sovereign diturunkan atau kemauan maupun kemampuan pemerintah untuk memberikan dukungan melemah.

Tekanan negatif juga dapat muncul apabila kualitas kredit perusahaan-perusahaan tersebut melemah secara signifikan, termasuk apabila metrik keuangan berada di bawah parameter peringkat masing-masing.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), misalnya, dinilai Moody’s memiliki posisi mapan sebagai operator telekomunikasi terintegrasi terbesar di Indonesia, metrik kredit yang kuat, serta likuiditas yang sangat baik. Di sisi lain, Moody’s menilai skala TLKM yang relatif kecil dibanding sejumlah operator telekomunikasi global. TLKM juga disebut memiliki risiko intervensi pemerintah karena statusnya sebagai BUMN.

Masih di jajaran BUMN, peringkat Baa2 PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mempertimbangkan proyeksi metrik keuangan yang kuat dalam 2 hingga tiga tahun ke depan, posisi pasar dominan sebagai perusahaan transmisi dan distribusi (T&D) gas terbesar di Indonesia, serta eksposurnya terhadap perekonomian domestik dan keterkaitannya dengan pemerintah.

Untuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), peringkat Baa2 ICBP mencerminkan posisi dominan sebagai produsen mi instan terbesar di Indonesia. Adapun kebijakan keuangan yang konservatif, likuiditas yang sangat baik, dan rekam jejak manajemen yang solid, yang membantu memitigasi risiko tata kelola terkait transaksi pihak berelasi dan kepemilikan keluarga yang terkonsentrasi.

Di jajaran Grup Astra, Moody\'s menyampaikan peringkat penerbit Baa2 PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencerminkan komitmen untuk mempertahankan profil keuangan yang konservatif dan posisi terdepan di industri jasa pertambangan dan alat berat Indonesia. UNTR dinilai memiliki likuiditas yang sangat baik, serta peningkatan satu tingkat berdasarkan kemungkinan tinggi dukungan dari induk usaha, PT Astra International Tbk. (ASII).

#moody-039-s-ratings-indonesia #prospek-negatif-moody-039-s #emiten-indonesia-negatif #moody-039-s-outlook-negatif #peringkat-utang-indonesia #sektor-non-finansial-moody-039-s #sektor-keuangan-mood

https://market.bisnis.com/read/20260209/7/1951393/19-korporasi-indonesia-yang-prospeknya-diturunkan-moodys-jadi-negatif