ACES Hingga CLEO Keluar dari Indeks MSCI Februari 2026, Analis: Tekanan Bersifat Sementara
ACES dan CLEO keluar dari MSCI Small Cap Indexes Februari 2026. Tekanan jual bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental perusahaan.
(Bisnis.Com) 11/02/26 18:47 133610
Bisnis.com, JAKARTA — Tekanan harga saham emiten yang terdampak rebalancing MSCI diyakini sementara. Penghapusan dari indeks MSCI dinilai terbatas dan tidak mencerminkan fundamental perusahaan.
Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, perubahan indeks memang berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek akibat aksi passive outflow dari investor institusi yang melakukan penyesuaian portofolio atau rebalancing. Namun, ia menilai tekanan tersebut bersifat teknikal dan temporer.
“Setelah fase rebalancing selesai, pergerakan harga saham umumnya kembali ditentukan oleh kinerja fundamental dan laba perusahaan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Sebagai konteks, dalam tinjauan terbarunya MSCI menghapus PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) dari MSCI Small Cap Indexes. Saat yang sama, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) diturunkan dari global menjadi Small Caps.
Menurut Sukarno, setelah pengumuman pasar tidak menunjukkan respons negatif berlebihan. Pergerakan harga saham ACES terpantau relatif datar, menandakan pasar telah mengantisipasi dampak kebijakan tersebut.
Secara fundamental, perubahan klasifikasi indeks tidak mengubah nilai wajar ACES. Dengan harga saham di level 406, ACES diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 8,66 kali (TTM) dan price to book value (PBV) 1,08 kali. Valuasi tersebut dinilai berada di area undervalued.
Berdasarkan pertimbangan itu, Sukarno merekomendasikan buy untuk ACES dengan target harga 470.
Adapun untuk PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) yang turun kelas dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes, Sukarno menilai perubahan tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap likuiditas maupun volatilitas saham. Hal itu karena emiten sektor konsumer tersebut masih memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas terjaga.
Secara teknikal, INDF memiliki area support di kisaran Rp6.550–Rp6.575 dan resistance di level Rp7.000 per saham. Dengan harga terakhir Rp6.725, saham ini diperdagangkan pada PER 5,6 kali dan PBV 0,84 kali.
Secara valuasi, INDF juga dinilai undervalued sehingga membuka peluang akumulasi jangka menengah. Katalis positif ke depan antara lain potensi perbaikan kinerja keuangan, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan daya tarik dividend yield.
Sukarno merekomendasikan accumulate buy untuk INDF dengan target harga Rp7.500.
Sementara itu, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menilai, dari sisi pasar yang lebih luas, dampak perubahan indeks MSCI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif terbatas.
Menurut dia, pengaruh perubahan indeks lebih terasa pada saham terkait secara individual. Arah IHSG secara keseluruhan tetap ditentukan oleh faktor makro seperti arus dana asing agregat, pergerakan nilai tukar rupiah, dan arah suku bunga.
Dalam jangka pendek, tekanan akibat rebalancing portofolio diperkirakan masih membayangi. Namun, tekanan tersebut dinilai sudah priced in dan berpotensi mereda setelah tanggal efektif penyesuaian indeks, sehingga membuka peluang terjadinya rebound harga.
Adapun tantangan yang perlu dicermati antara lain potensi penurunan likuiditas dan berkurangnya porsi kepemilikan investor institusi asing jangka panjang. Di sisi lain, kondisi ini dinilai membuka peluang, baik bagi manajemen untuk melakukan buyback saham maupun bagi investor untuk memperoleh entry point lebih menarik.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, strategi yang dinilai relevan adalah buy on weakness secara selektif, khususnya pada saham dengan fundamental solid dan valuasi yang sudah terdiskon.
Sebelumnya, MSCI sempat mengumumkan penangguhan review indeks saham Indonesia dan meminta otoritas melakukan perbaikan tata kelola pasar modal. Namun, penyedia indeks global tersebut kemudian merilis hasil review periode Februari 2026 pada Selasa (10/2/2026).
Dalam rilis itu, MSCI menyatakan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) turun kasta dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes.
Sementara itu, saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) dikeluarkan dari MSCI Small Cap Indexes. Tidak terdapat perubahan pada daftar saham Indonesia di MSCI Micro Cap Indexes.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#msci-rebalancing #saham-aces #saham-cleo #saham-indf #indeks-msci #harga-saham #fundamental-perusahaan #tekanan-jual #passive-outflow #buy-aces #undervalued-saham #buy-indf #indeks-ihsg #rebalancing-p