Manulife (MAMI) Update Akuisisi Manajer Investasi (MI) Schroders Indonesia
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) akan mengakuisisi Schroder Investment Management Indonesia, mengubah pengendalian perusahaan. Persetujuan OJK diperlukan.
(Bisnis.Com) 12/02/26 15:46 134619
Bisnis.com, JAKARTA — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperbaharui pemberitahuan rencana akuisisi pengambilalihan saham PT Schroder Investment Management Indonesia yang akan berujung pada perubahan pengendalian di perusahaan manajer investasi tersebut.
Dalam pengumuman resmi hari ini, Kamis (12/2/2026), disebutkan bahwa pengambilalihan dilakukan oleh MAMI dari Schroder Investment Management Limited selaku pemegang saham penjual. Transaksi ini dilaksanakan melalui pengambilalihan saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan secara langsung dari pemegang saham penjual.
Perseroan menyatakan, pengambilalihan tunduk pada persyaratan yang diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk kewajiban memperoleh persetujuan yang relevan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sejalan dengan ketentuan hukum yang berlaku, perseroan memberikan kesempatan kepada para kreditur untuk mengajukan keberatan atas rencana pengambilalihan tersebut. Keberatan dapat diajukan secara tertulis dengan menyertakan alasan serta bukti pendukung paling lambat 14 hari setelah tanggal pengumuman.
Surat keberatan ditujukan kepada Direksi PT Schroder Investment Management Indonesia di Gedung BEI Tower Lantai 30. Apabila dalam jangka waktu tersebut tidak terdapat keberatan yang diterima, seluruh kreditur dianggap telah menyetujui pengambilalihan.
"Dengan ini diumumkan rencana pengambilalihan saham dalam PT Schroder Investment Management Indonesia oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI") dari Schroder Investment Management Limited yang akan mengakibatkan perubahan pengendalian pada Perseroan," tulis perusahaan dalam pengumumannya.
Saat dikonfirmasi, CEO & President Director MAMI Afifa menyebut pihaknya berharap proses akuisisi ini dapat berjalan lancar sesuai rencana.
"Saat ini proses akuisisi belum selesai, dan masih menunggu persetujuan OJK," katanya kepada Bisnis, Kamis (12/2/2026).
Dia menyebut akuisisi Schroder sekaligus mencerminkan komitmen jangka panjang Manulife Wealth & Asset Management terhadap Indonesia serta ambisinya untuk menghadirkan hasil investasi yang lebih kuat bagi para nasabah di seluruh kawasan.
"Akuisisi ini kami harap akan memperkuat posisi untuk mempercepat pertumbuhan di segmen ritel, institusi, dan dana pensiun," katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan penyelesaian transaksi akuisisi ini bergantung pada persetujuan OJK. "Kami masih menunggu persetujuan dari OJK tersebut, sehingga kami belum dapat memberikan pernyataan mengenai estimasi waktu," katanya lebih lanjut.
Sudah Diumumkan Sejak September 2025
Rencana akuisisi Schroders Indonesia oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) telah diumumkan sejak September 2025 lalu. Penggabungan dua manajer investasi (MI) raksasa itu bakal menggenggam pangsa pasar yang sangat gemuk.
Rencana akuisisi itu tertuang dalam penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh Manulife Wealth & Asset Management dan Schroder Investment Management Limited pada Rabu (24/9/2025). Transaksi ini diharapkan akan selesai setelah seluruh persyaratan penutupan tertentu terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) merupakan perusahaan manajer investasi berskala besar di Indonesia.
Melansir data Pasardana.id, nilai dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana MAMI mencapai Rp44,19 triliun per 31 Agustus 2025. Nilai itu merupakan yang terbesar ketiga di industri di belakang PT Trimegah Asset Management Rp46,83 triliun dan PT Bahana TCW Investment Management Rp45,4 triliun. Pada periode yang sama, AUM reksa dana Schroders Indonesia tercatat sebesar Rp10,21 triliun.
Total AUM yang digenggam oleh MAMI dan Schoders Indonesia jauh lebih besar lagi. Berdasarkan data perseroan, per 30 Juni 2025, MAMI mengelola aset sebesar Rp101,7 triliun dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah. Sementara itu, Schroders Indonesia mengelola dana lebih dari Rp56 triliun per semester I/2025.
Secara hitung-hitungan kasar saja, kombinasi NAB yang berpotensi dimiliki MAMI dan Schroders Indonesia setelah akuisisi itu mencapai Rp157,7 triliun. Nilai AUM tersebut bakal menjadi yang terbesar di industri pengelolaan investasi Indonesia.
Di sisi industri pengelolaan investasi, Otoritas Jasa Keuangan mencatat total nilai AUM berada di kisaran Rp800 triliun dalam 5 tahun terakhir. Nilainya tercatat sebesar Rp850,92 triliun pada 2021, Rp827,54 triliun pada 2022, Rp821,71 triliun pada 2023, Rp840,21 triliun pada 2024, dan Rp885,95 triliun pada akhir Agustus 2025.
#manulife-aset-manajemen #akuisisi-schroder-indonesia #manajer-investasi-indonesia #pengambilalihan-saham #otoritas-jasa-keuangan #persetujuan-ojk #kreditur-keberatan #pengendalian-perusahaan #dana-kel