Niat Salat Tarawih dan Tata Caranya
Salat Tarawih dilakukan setelah Isya selama Ramadan, bisa berjamaah atau sendiri. Tata caranya meliputi niat, bacaan Al-Fatihah, dan rakaat berulang hingga 20 kali.
(Bisnis.Com) 17/02/26 09:10 138500
Bisnis.com, JAKARTA - Salat Tarawih memiliki waktu secara khusus, yaitu dilakukan secara berjamaah pada malam hari Ramadan setelah melaksanakan shalat Isya’ dan sebelum melakukan shalat Witir.
Hukum berjamaah salat Tarawih adalah sunnah kifâyah. Karenanya, shalat tarawih juga bisa dilakukan sendiri. Meski melaksanakan salat tarawih dihukumi sunnah muakkad, tetapi salat tarawih memiliki keutamaan yang amat besar mengingat amaliyah ini tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw selama hidupnya dan diteruskan oleh para sahabat dan umat Muslim setelah kepergiannya.
Salat tarawih tidak hanya sebatas amaliah sunnah yang hanya dikhususkan untuk Rasulullah saw, namun juga untuk umatnya. Rasulullah saw juga menginginkan pahala luar biasa dari salat Tarawih bagi umatnya.
Rasulullah saw bersabda: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه) Artinya, “Barang siapa melakukan salat (Tarawih) pada Ramadhan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta’âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih).
Berikut ini ulasan tentang tata cara salat tarawih dilansir NU Online dari artikel ‘Panduan Shalat Tarawih Cepat: Praktis dan Mudah Dipahami’.
1. Membaca niat salat tarawih Sebagai imam salat
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Sebagai makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tarâwîhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mûman lillâhi ta’âlâ.
Niat salat tarawih secara infirad atau sendiri.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
2. Rakaat Pertama Takbiratul Ihram dan memasang niat di dalam hati pada saat ini.
Membaca surat Al-Fatihah
3. Membaca satu surat pendek atau satu ayat yang dapat dipahami.
4. Rukuk dengan thuma’ninah (tenang sejenak selama pembacaan 1 kali tasbih)
5. Membaca tasbih rukuk 1 kali Itidal dengan thuma’ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih)
6. Membaca doa itidal. Sujud pertama dengan thuma’ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih)
7. Membaca tasbih sujud 1 kali.
8. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih). Membaca doa duduk di antara dua sujud.
8. Sujud kedua dengan thuma’ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih).
9. Membaca tasbih sujud 1 kali. Duduk istirahat sejenak (selama pembacaan 1 kali tasbih atau subhānallāh) sebelum bangun.
9. Bangun untuk melanjutkan rakaat kedua. Rakaat kedua Lakukan hal yang sama seperti pada rakaat pertama—dari poin 2 sampai 13.
Kemudian duduk tasyahud (tawarruk atau duduk di atas pantat kiri dengan memasukkan kaki kiri ke kanan).
Selanjutnya, membaca tasyahud atau kalimat syahadat. Lalu, membaca shalawat Nabi, membaca salam pertama sambil menoleh ke kanan dan membaca salam kedua sambil menoleh ke kiri.
10. Setelah dua rakaat selesai, ulangi sesuai panduan sampai 20 rakaat.
#salat-tarawih #niat-salat-tarawih #tata-cara-salat-tarawih #salat-tarawih-berjamaah #salat-tarawih-sendiri #keutamaan-salat-tarawih #sunnah-salat-tarawih #pahala-salat-tarawih #rakaat-salat-tarawih #d
https://kabar24.bisnis.com/read/20260217/79/1953242/niat-salat-tarawih-dan-tata-caranya