Perputaran Uang selama Libur Imlek Diprediksi Capai Rp9,06 Triliun

Perputaran Uang selama Libur Imlek Diprediksi Capai Rp9,06 Triliun

Perputaran uang selama libur Imlek 2026 diprediksi mencapai Rp9,06 triliun, meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(Bisnis.Com) 17/02/26 12:34 138653

Bisnis.com, JAKARTA — Kadin Indonesia memperkirakan perputaran uang selama periode libur Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 16—17 Februari 2026 diperkirakan mencapai Rp9,06 triliun lebih. Perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mengerek konsumsi rumah tangga sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkiraan atau potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun lebih,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (17/2/2026).

Dia menyampaikan perkiraan tersebut dihitung dari jumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa di Indonesia mencapai 11,25 juta orang. Jika setiap keluarga berjumlah rata-rata 4 orang maka akan setara dengan 2.812.500 keluarga. Apabila setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp2,81 triliun.

Di sisi lain, masyarakat yang melakukan perjalanan wisata ataupun ziarah dengan menggunakan pesawat terbang, kereta api, kendaraan pribadi lebih kurang sejumlah 3.369.820 orang. Jika rata-rata membelanjakan uang rata-rata Rp500.000 maka potensi perputaran mencapai Rp1,68 miliar. Dengan demikian perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4,497 miliar.

Kemudian, lanjut dia, perkiraan jumlah penumpang pesawat mencapai 1.744.820 orang. Jika masing-masing penumpang membelanjakan rata-rata Rp1 juta untuk tiket, maka total transaksi tiket penerbangan diperkirakan menembus Rp1,74 triliun.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta api diproyeksikan mencapai 1 juta orang. Dengan rata-rata harga tiket Rp150.000, total transaksi tiket kereta api diperkirakan sebesar Rp150 miliar. Adapun tiket kereta cepat Woosh diperkirakan terjual sebanyak 25 ribu lembar dengan harga rata-rata Rp250.000, sehingga nilai transaksinya mencapai sekitar Rp6,25 miliar.

Di sektor ritel, data dari Hippindo menunjukkan target transaksi selama perayaan Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri diperkirakan mencapai Rp53,38 triliun. Jika selama libur Imlek terjadi sekitar 5% dari total target tersebut, maka potensi perputaran uang di sektor ritel diperkirakan mencapai Rp2,67 triliun.

Dengan demikian potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp9,06 triliun. Jumlah ini belum termasuk biaya tol yang dikeluarkan, belanja BBM kendaraan pribadi, maupun yang bepergian naik kapal laut dan penyeberangan.

Kerek Konsumsi Rumah Tangga

Di sisi lain, Sarman mengatakan bahwa perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun ini akan mendorong konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, momentum tersebut akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2026 yang ditargetkan berada di kisaran 5,5%. Dia optimistis target tersebut dapat tercapai karena setelah perayaan dan libur Imlek, masyarakat akan memasuki bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 M.

Sarman menambahkan, momentum Ramadan dan Idulfitri selama ini menjadi periode dengan perputaran uang terbesar sekaligus puncak konsumsi rumah tangga di Indonesia. Oleh karena itu, capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026 sebesar 5,5% dinilai menjadi modal penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 2026 di kisaran 5,4–5,6%.

#imlek-2026 #perputaran-uang-imlek #konsumsi-rumah-tangga #pertumbuhan-ekonomi-nasional #libur-imlek #kadin-indonesia #perayaan-imlek #wisata-imlek #tiket-pesawat-imlek #tiket-kereta-api-imlek #sektor

https://finansial.bisnis.com/read/20260217/11/1953373/perputaran-uang-selama-libur-imlek-diprediksi-capai-rp906-triliun