Disaksikan Prabowo, Pengusaha Teken 11 MoU Investasi RI-AS Rp650,07 Triliun
Indonesia-AS teken 11 MoU investasi Rp650,07 triliun, disaksikan Prabowo, dorong pertumbuhan ekonomi di sektor pangan, industri, energi, dan teknologi.
(Bisnis.Com) 19/02/26 10:25 140436
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia bersama pelaku usaha meneken sedikitnya 11 nota kesepahaman (MoU) investasi dalam ajang Indonesia–US Business Summit yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) malam waktu setempat.
Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian sesi Gala Iftar usai buka puasa bersama. Forum bisnis yang diselenggarakan oleh Kadin Indonesia bersama US-Asean Business Council dan USINDO itu mempertemukan pejabat tinggi dan pimpinan korporasi dari kedua negara guna memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan, termasuk implementasi rencana Perjanjian Perdagangan Resiprokal RI–AS.
Total nilai kerja sama yang ditandatangani dalam forum tersebut mencapai US$38,4 miliar atau sekitar Rp650,07 triliun yang ditargetkan mendorong pertumbuhan investasi lintas sektor, khususnya pangan, industri, energi, dan teknologi.
Hadir dalam acara tersebut para pemimpin perusahaan dan asosiasi pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat antara lain Ketua KADIN Indonesia Anindya Bakri, Ketua APINDO Shinta Widjaja Kamdani, CEO USABC Brian McFeeters, President USINDO David Merrill, Senior Vice President U.S. Chamber of Commerce John Murphy, Chairman Freeport Mc Moran Richard Adkerson, CEO S&P Global Martina Cheung, President Exxon Mobil Indonesia Wade Floyd, Senior Vice President Caterpillar Inc. Kathryn Karol, Senior Vice President Cargill Kelsey Freeman Saelens, dan Vice President PepsiCo Caroline Berson.
Dorong Kemitraan Ekonomi Strategis
Kegiatan ini diawali dengan exclusive business roundtable yang membahas penguatan kolaborasi ekonomi kedua negara melalui sinergi pemerintah dan sektor swasta. Fokus utama diskusi mencakup relaksasi kebijakan dan peluang investasi yang diharapkan meningkatkan arus perdagangan bilateral.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan ramah bagi mitra internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara.
Dengan nilai investasi yang signifikan dan cakupan sektor yang luas, kesepakatan ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi serta memperdalam hubungan ekonomi Indonesia–Amerika Serikat di masa mendatang.
Berikut daftar 11 MoU kesepakatan strategis penting yang diteken antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat:
- Mineral kritis — MoU Critical Mineral Freeport antara McMoran dengan Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Roeslani.
- Pemulihan ladang minyak (oilfield recovery) — MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton
- Komoditas jagung — Cargill AS dengan PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia).
- Kapas (cotton) — Busana Apparel Group dengan National Cotton Council.
- MoU kapas antara Daehan Global dan US National Cotton Council
- MoU pakaian bekas (shredded worn clothing) tekstil daur ulang — Pan Brothers dengan Ravel.
- MoU Furnitur — ASMINDO dengan Bingaman & Son Lumber.
- MoU furnitur antara HIMKI dan American Hardwood Export Council
- MoU Semiconductor antara Galang Bumi Industri dan Essence
- Semikonduktor — proyek hilirisasi di Batam oleh PSN Wiraraja/Galang Bumi Industri dengan Tynergy Technology Group.
- Transnational Free Trade Zone Friendship Pact — kerja sama kawasan perdagangan bebas antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC.
#investasi-ri-as #prabowo-subianto #mou-investasi #indonesia-us-business-summit #kadin-indonesia #us-asean-business-council #usindo #perdagangan-bilateral #kemitraan-ekonomi-strategis #iklim-investasi