Sinyal 5G Sering Hilang, Pengguna di Jabotabek Atur Jaringan HP jadi 4G Saja

Sinyal 5G Sering Hilang, Pengguna di Jabotabek Atur Jaringan HP jadi 4G Saja

Pengguna 5G di Jabotabek mengeluhkan sinyal sering hilang, beralih ke 4G untuk stabilitas. Jaringan 5G belum merata, diharapkan lebih kuat dan terjangkau.

(Bisnis.Com) 19/02/26 11:21 140538

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pengguna layanan jaringan 5G mengeluhkan koneksi yang dinilai belum stabil. Beberapa terpaksa mengatur smartphone ke jaringan 4G only karena lebih stabil.

Saat ini operator seluler tengah gencar menggelar jaringan 5G di Indonesia. Namun di tengah agresifnya pergelaran tersebut, masih banyak pengguna layanan 5G yang merasakan ketidakstabilan jaringan, meskipun berada di pusat kota.

Salah satu pengguna 5G Krisna (23), mengatakan jaringan 5G terasa cepat saat mengunduh, atau melakukan streaming video. Namun, hal itu berbeda ketika digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

“Gak begitu pengaruh kalau lagi aktivitas biasa. Lebih prefer ngejar stabilitas dulu daripada kencangnya. Sinyal suka hilang-hilang 4G terus 5G,” ujar Krisna kepada Bisnis, Senin (16/2/2026).

Selain itu, Krisna juga merasakan jaringan 5G yang belum merata saat bepergian. Misalnya, ketika berada di Jakarta dia cukup mudah mendapatkan jaringan 5G. Namun saat bepergian ke daerah tertentu seperti Tangerang, layanan tersebut berubah menjadi 4G, padahal masih berada di sekitar pusat kota.

Krisna berharap ke depannya jaringan 5G bisa lebih merata dan sinyal diperkuat diikuti dengan harga internet di Indonesia bisa lebih murah.

“Negara lain sudah kencang-kencang [internet], kalau di Indonesia mahal dan kalau hujan sedikit langsung lemot, main game jadi patah-patah,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan pengguna lain bernama Viki yang mengaku terbantu dengan jaringan 5G, meskipun dari sisi kecepatan menurutnya tidak berbeda jauh dibanding jaringan sebelumnya, dengan selisih sekitar 5 sampai 10 Mbps.

Saat ini, Viki merasakan penggunaan jaringan 5G di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Tangerang Kota masih terbatas di sebagian kecamatan. Tidak hanya itu, Dia juga mengeluhkan sinyal yang sering hilang meskipun sudah mengubah pengaturan jaringan operator.

“Sinyal 5G suka hilang-hilang, itu bikin saya jengkel. Jadi saya ubah settingan jaringan operator sementara ke LTE only (4G/4G+), itu bisa dicek,” kata Viki.

Berdasarkan pengalamannya, saat menggunakan 4G+ di kampung halamannya, Viki pernah mencatat kecepatan hingga 100 Mbps. Berbeda dengan wilayah Jabodetabek yang pengguna internetnya lebih padat. Viki mengaku belum mencoba jaringan 5G di kampung, namun memperkirakan kecepatannya bisa menembus 150 Mbps.

Sebagai informasi, tingkat penetrasi ponsel 5G saat ini baru mencapai sekitar 30% di jaringan hampir semua operator. Artinya, mayoritas masyarakat masih menggunakan perangkat yang belum mendukung layanan 5G.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan cakupan jaringan 5G meningkat secara bertahap. Menteri Komdigi Meutya Hafid, menyampaikan pada 2026 cakupan jaringan 5G ditargetkan mencapai 8,5% dari luas permukiman nasional. (Nur Amalina)

#5g-hilang #sinyal-5g #jaringan-5g #5g-indonesia #5g-jakarta #5g-tangerang #4g-only #jaringan-4g #4g-stabil #5g-stabil #5g-streaming #5g-unduh #5g-kecepatan #5g-penetrasi #5g-komdigi

https://teknologi.bisnis.com/read/20260219/101/1953945/sinyal-5g-sering-hilang-pengguna-di-jabotabek-atur-jaringan-hp-jadi-4g-saja