Peluang Kolaborasi AS, Prabowo Reformasi Pendidikan hingga Kesehatan
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen mereformasi pendidikan dan kesehatan di Indonesia dengan mendirikan universitas baru dan mengundang kolaborasi AS.
(Bisnis.Com) 19/02/26 13:47 140714
Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia mempercepat pembangunan sumber daya manusia melalui reformasi sektor pendidikan dan kesehatan saat menghadiri Gala Iftar Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempercepat penanaman sikap baru pada generasi muda melalui peningkatan kualitas pendidikan, perlindungan sumber daya, serta penguatan kapasitas manusia sebagai fondasi pembangunan ekonomi.
Presiden Ke-8 RI itu mengungkapkan rencana pendirian 10 universitas baru yang berfokus pada bidang STEM dan kedokteran. Selain itu, pemerintah akan mulai membangun 500 sekolah berkualitas tinggi tahun ini dengan menggandeng institusi pendidikan asing.
“Bagi saya, pendidikan sangat penting. Saya sedang mendirikan 10 universitas baru. Tahun ini kami mulai membangun 500 sekolah berkualitas tinggi baru dengan bekerja sama dan mengundang institusi pendidikan asing untuk datang ke Indonesia,” tuturnya.
Dia menyebut sejumlah universitas ternama Inggris seperti University of Oxford, University of Cambridge, Imperial College London, King\'s College London, dan University College London menunjukkan minat untuk hadir dan bekerja sama di Indonesia.
Prabowo juga mengundang institusi pendidikan Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor pendidikan nasional.
Di sektor kesehatan, Prabowo menyoroti kekurangan sekitar 140.000 dokter di Indonesia. Dengan jumlah lulusan sekitar 10.000 dokter per tahun, ia menilai diperlukan langkah luar biasa agar kesenjangan tersebut dapat ditutup lebih cepat.
Menurutnya, pendirian universitas baru berbasis STEM dan kedokteran menjadi bagian dari strategi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional.
“Kami kekurangan 140.000 dokter, sementara kami hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran,” imbuhnya.
Peluang Investasi Peralatan Medis
Prabowo juga menyinggung peluang kerja sama industri kesehatan, termasuk produksi peralatan medis di Indonesia oleh perusahaan Amerika seperti General Electric. Pemerintah, katanya, siap mendukung peningkatan produksi dan mempercepat penyelesaian kendala birokrasi yang sempat menghambat investasi.
Dia mengaku menerima masukan langsung dari sejumlah korporasi terkait lambatnya penyelesaian masalah administratif, dan menegaskan komitmennya untuk mempercepat respons pemerintah.
“Di era sekarang, kecepatan sangat penting. Kecepatan akan membantu mempercepat laju pertumbuhan dan kemajuan,” tandas Prabowo.
#prabowo-reformasi-pendidikan #reformasi-kesehatan-indonesia #kolaborasi-amerika-serikat #pendidikan-stem-indonesia #universitas-baru-indonesia #sekolah-berkualitas-tinggi #institusi-pendidikan-asing #n-a