Waspada Kulit Tandus Saat Berpuasa, Dokter Bagikan Cara Mencegahnya
Selama Ramadan, kulit bisa menjadi tandus akibat dehidrasi. Dr. Amanda Nandi Wardani menyarankan konsumsi 2-2,5 liter air per hari, asupan buah, dan penggunaan pelembap.
(Bisnis.Com) 21/02/26 15:10 143037
Bisnis.com, JAKARTA - Perubahan pola makan dan minum selama Ramadan ternyata mendorong tubuh melakukan berbagai penyesuaian biologis, termasuk pada kulit. Dermatologist dr. Amanda Nandi Wardani menjelaskan, proses adaptasi tersebut salah satunya membuat kulit tandus akibat berkurangnya asupan cairan.
Pembatasan minum selama kurang lebih 13–14 jam berpotensi menyebabkan dehidrasi kulit apabila kebutuhan cairan tidak terpenuhi saat sahur dan berbuka.
“Jadi, ibaratnya seperti di gurun pasir, kalau nggak ada air, ya lama-lama kulitnya akan semakin kering, atau kita bisa melihat kulit yang tampak tandus,” ujarnya saat konferensi pers Vaseline Gluta-Hya Hydration Clinic di Atrium Mall Kota Kasablanka di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Secara kasatmata, kulit yang kurang terhidrasi atau kulit tandus biasanya menunjukkan guratan atau relief yang lebih nyata. Permukaan kulit dapat terlihat kasar, bersisik, hingga mengelupas. Dalam kondisi lebih berat, pelindung alami kulit (skin barrier) dapat terganggu sehingga memicu iritasi, kemerahan, atau beruntusan.
Salah satu cara sederhana untuk mendeteksi kulit tandus yakni dengan menggores permukaan kulit secara ringan menggunakan kuku atau ujung benda tumpul. Bila meninggalkan garis putih atau biasa disebut dengan white dermatographism, itu artinya kulitnya kurang terhidrasi
“Sebenarnya yang bisa kelihatan banget adalah di bagian tangan dan kaki, karena itu area-area yang sebetulnya lumayan banyak terpapar sama udara dari luar,” jelas Amanda.
Untuk pemeriksaan yang lebih objektif, Amanda menyebut klinik kecantikan kini menyediakan alat pengukur kadar air kulit seperti korniometer atau telometer. Perangkat tersebut dapat memberikan skor kelembapan sehingga kondisi kulit dapat dipantau sebelum dan sesudah perawatan.
Strategi Menjaga Hidrasi
Agar kulit tetap terjaga selama Ramadan, Amanda merekomendasikan konsumsi cairan minimal 2–2,5 liter per hari yang dibagi saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur. Pola sederhana yang bisa diterapkan adalah membagi konsumsi air dalam beberapa gelas secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur.
“Gampangnya sahur 2 gelas, pas dari buka sama malam 2 gelas, sebelum tidur 2 gelas. Itu sudah minimal banget untuk mencukupi,” sebut Amanda.
Asupan buah dan sayuran juga dianjurkan karena kandungan airnya turut membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sementara itu, minuman bersifat diuretik seperti kopi dan teh sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan pengeluaran cairan.
Selain hidrasi dari dalam, kualitas tidur juga berperan penting. Amanda menyarankan waktu istirahat 6–8 jam per hari untuk mendukung proses regenerasi kulit yang optimal.
Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah hidrasi dari luar. Penggunaan pelembap atau body serum secara rutin, terutama yang mengandung hyaluronic acid, dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit.
Aplikasi produk perawatan bisa dilakukan secara berkala, misalnya setelah berwudhu atau sehabis beribadah, untuk menjaga lapisan pelindung kulit tetap optimal sepanjang hari. “Kulit kita membutuhkan tambahan bantuan dari luar,” kata Amanda.
#kulit-tandus #dehidrasi-kulit #cara-mencegah-kulit-kering #hidrasi-kulit-saat-puasa #menjaga-kelembapan-kulit #konsumsi-cairan-ramadan #asupan-cairan-sahur #buah-dan-sayuran-untuk-hidrasi #batasi-minu