Samsung Rilis Galaxy S26 dengan Agentic AI dan Baterai Lebih Besar, Cek Harganya
Samsung merilis Galaxy S26 dengan Agentic AI, baterai lebih besar, dan fitur Privacy Display. Harga mulai US$1.300, tersedia dalam beberapa warna.
(Bisnis.Com) 26/02/26 16:26 148397
Bisnis.com, JAKARTA — Samsung resmi memperkenalkan rangkaian perangkat flagship terbarunya, yaitu seri Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra.
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut membawa pendekatan strategis yang memadukan peningkatan perangkat keras fungsional dengan inovasi perangkat lunak berbasis agentic AI.
Melalui peluncuran ini, Samsung berupaya memperkokoh posisinya di tengah persaingan pasar ponsel pintar premium yang menuntut integrasi ekosistem yang lebih intuitif.
Samsung mengonfirmasi penggunaan chipset yang berbeda berdasarkan wilayah operasional pemasaran. Untuk pasar global secara luas, Galaxy S26 dan S26+ akan ditenagai oleh prosesor Exynos 2600. Namun, khusus untuk wilayah Amerika Utara, China, dan Jepang, Samsung membekali perangkat tersebut dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Strategi kapasitas memori juga mengalami perubahan dengan ditiadakannya opsi penyimpanan internal 128GB. Galaxy S26 kini memulai standar penyimpanan internal pada kapasitas 256GB dengan opsi tambahan hingga 512GB. Meski kapasitas penyimpanan meningkat, Samsung mengunci kapasitas RAM pada angka 12GB untuk model standar dan Plus.
Peningkatan dimensi fisik terlihat pada Galaxy S26 yang kini mengusung layar 6,3 inci, naik dari 6,2 inci pada generasi sebelumnya. Layar tersebut menggunakan panel LTPO OLED 1080p+ dengan refresh rate dinamis 1-120Hz. Penambahan ukuran ini dibarengi dengan peningkatan kapasitas baterai menjadi 4.300mAh untuk mendukung durabilitas perangkat.
Sementara itu, Galaxy S26+ tetap mempertahankan layar 6,7 inci dengan resolusi 1440p+ dan baterai 4.900mAh. Untuk model tertinggi, Galaxy S26 Ultra, Samsung menyematkan layar AMOLED 6,9 inci dengan resolusi QHD+ (3120 x 1440). Model Ultra ini menjadi sorotan utama berkat fitur inovatif bernama Privacy Display.
Teknologi Privacy Display diklaim sebagai yang pertama di industri untuk mencegah pihak asing melihat konten layar dari sudut tertentu. Fitur ini berguna bagi profesional yang sering mengakses data sensitif atau aplikasi perbankan di area publik. Kecerahan layar akan sedikit berkurang saat mode privasi ini diaktifkan oleh pengguna.
Pada sektor pengisian daya, Samsung memberikan peningkatan signifikan khusus untuk model Ultra dengan sistem pengisian kabel 60W dan nirkabel 25W. Galaxy S26+ mendapatkan pembaruan pada pengisian nirkabel menjadi 20W. Namun, model standar Galaxy S26 tetap menggunakan pengisian kabel 25W dan nirkabel 15W seperti generasi terdahulu.
Meskipun perangkat keras kamera pada S26 dan S26+ masih identik dengan sensor tahun lalu, Samsung mengoptimalkan performanya melalui perangkat lunak. Kehadiran teknologi ProScaler image upscaling dan chip MDNIe diklaim mampu meningkatkan presisi warna. Terdapat pula fitur Object Aware Engine untuk meningkatkan tekstur kulit dan rambut pada hasil foto.
Integrasi agentic AI menjadi fondasi utama pada antarmuka One UI terbaru di seri Galaxy S26. Fitur Now Nudge berfungsi memberikan pengingat komitmen pertemuan secara otomatis saat pengguna sedang melakukan percakapan digital. Selain itu, fitur Now Brief yang ditenagai Personal Data Engine mampu menyusun jadwal janji temu secara mandiri berdasarkan data notifikasi dan email.
Samsung juga menyertakan fitur Call Screening yang berfungsi sebagai penyaring panggilan spam untuk meningkatkan kenyamanan komunikasi. Fitur ini mampu menjawab panggilan, mengidentifikasi penelepon, dan menampilkan transkrip pembicaraan secara langsung di layar.
Galaxy S26 Ultra dipasarkan mulai dari harga US$1.300 atau sekitar Rp21 jutaan, melansir dari Engadget Kamis (26/2/2026). Seluruh lini produk tersedia dalam empat warna utama, yakni White, Sky Blue, Cobalt Violet, dan Black. Samsung juga menyediakan warna eksklusif Silver dan Rose Gold untuk transaksi melalui kanal online resmi.
Layar Anti Intip
Mengutip dari Tech Crunch Kamis (26/2/2026), Samsung menjelaskan teknologi baru ini menggunakan dua jenis piksel berbeda, yakni piksel sempit dan piksel lebar.
Sistem yang dinamakan Black Matrix itu mengatur arah pancaran cahaya dari setiap piksel. Saat mode privasi aktif, cahaya dipersempit sehingga hanya terlihat jelas dari sudut pandang pengguna. Ketika dinonaktifkan, layar kembali normal dan dapat dilihat dari berbagai sudut seperti biasa.
Menariknya, fitur ini bisa diatur secara selektif. Pengguna dapat menentukan aplikasi tertentu misalnya aplikasi perbankan atau perpesanan untuk selalu tampil dalam mode privat, sementara aplikasi lain tetap terbuka seperti biasa.
Pengaturan serupa juga berlaku untuk notifikasi, sehingga pesan tertentu tidak dapat terbaca jika dilihat dari samping.
Samsung juga menyediakan opsi perlindungan privasi maksimal yang semakin memperkuat efek pembatasan sudut pandang dengan menyesuaikan kontras terang dan gelap pada layar.
Fitur layar privasi ini pertama kali hadir di varian premium, Galaxy S26 Ultra. Perangkat tersebut juga dibekali peningkatan kemampuan AI dan chipset terbaru.
#samsung-galaxy-s26 #galaxy-s26-ultra #agentic-ai #baterai-lebih-besar #harga-galaxy-s26 #samsung-flagship #exynos-2600 #snapdragon-8-elite #layar-ltpo-oled #privacy-display #pengisian-daya-60w #prosca