AS Bantah Kapal USS Abraham Lincoln Jadi Korban Rudal Balistik Iran

AS Bantah Kapal USS Abraham Lincoln Jadi Korban Rudal Balistik Iran

AS membantah klaim Iran bahwa kapal USS Abraham Lincoln terkena rudal balistik. CENTCOM menyebut klaim itu palsu, dan kapal tetap beroperasi normal.

(Bisnis.Com) 02/03/26 16:05 152120

Bisnis.com, JAKARTA - Kapal induk USS Abraham Lincoln diklaim Iran menjadi korban serangan rudal balistik yang ditembakkan pada Minggu (1/3/2026).

Garda Revolusi Iran mengatakan mereka telah menyerang kapal induk Abraham Lincoln di Teluk sebagai serangan balas atas serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu.

“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, memperingatkan bahwa “daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris”, dikutip dari AFP.

Namun baru-baru ini, AS menepis kabar tersebut dengan mengatakan bahwa USS Abraham Lincoln tidak terkena serangan rudal balistik Iran.

Melansir Anadolu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pernyataan itu sebagai "kebohongan". Pihaknya secara tegas mengatakan bahwa rudal-rudal itu "bahkan tidak mendekati" Lincoln, yang menurut mereka terus meluncurkan pesawat untuk mendukung serangan terhadap Iran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mengeluarkan klaim bahwa pihaknya telah menghancurkan 9 kapal milik Iran sepanjang penyerangan yang berlangsung sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Operasi militer bernama Epic Fury ini disebut menargetkan fasilitas penjaga revolusi dan sistem pertahanan Iran. Trump mengatakan penenggelaman kapal tersebut berlangsung beberapa menit.

"Baru-baru ini, kami telah mengumumkan bahwa kami telah menembak sembilan kapal, termasuk bangunan laut. Semuanya berlaku dalam beberapa menit," katanya dilansir dari akun YouTube WhiteHouse, Senin (2/3/2026).

Trump menyampaikan kematian Ayatollah Ali Khamenei sebagai bentuk pertanggungjawaban kematian ratusan bahkan ribuan Amerika Serikat yang tak bersalah.

Dia menyoroti sejumlah warga Iran yang bersorak dan merayakan kematian Pimpinan Iran itu. Menurutnya banyak warga di Iran ingin menyerah untuk menyelamatkan nyawa.

Di samping itu, dia mengumumkan operasi militer yang berlangsung sekitar 36 jam merenggut 3 pasukan militer AS.

"Kita memiliki objektif yang sangat kuat. Mereka mungkin telah melakukan sesuatu dua minggu lalu, tapi mereka tidak bisa mencapainya. Sebelum ini, CENTCOM telah berkongsi berita bahwa tiga anggota service militer telah dibunuh dalam tindakan," ujarnya.

Dia menyebut kematian tiga prajurit sebagai bentuk pengorbanan sehingga berjasa bagi negara Paman Sam itu. Baginya rezim Iran, memiliki ancaman serius bagi kedaulatan negara karena memiliki senjata nuklir.

"Kami ingin memiliki militer itu untuk tujuan yang baik. Kami melakukan operasi besar ini bukan hanya untuk memastikan keamanan untuk waktu dan tempat tetapi juga bagi anak-anak kami dan anak-anak mereka seperti yang telah orang tua kami bertahun-tahun yang lalu. Ini adalah tugas dan tanggung jawab orang yang bebas," ucapnya.

#uss-abraham-lincoln #rudal-balistik-iran #serangan-kapal-induk #garda-revolusi-iran #serangan-balasan-as #komando-pusat-as #operasi-militer-epic-fury #donald-trump-iran #kapal-iran-tenggelam #kematian

https://kabar24.bisnis.com/read/20260302/19/1957009/as-bantah-kapal-uss-abraham-lincoln-jadi-korban-rudal-balistik-iran