Mengenal aHUS, Penyakit Langka yang Menyerang Ginjal Permanen
aHUS adalah penyakit langka yang menyerang ginjal, menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil dan komplikasi serius. Gejalanya sering tidak disadari, menyerupai penyakit lain. Tanpa penanganan cepat,
(Bisnis.Com) 02/03/26 17:13 152239
Bisnis.com, JAKARTA - Penyakit langka kerap luput dari perhatian karena jumlah penderitanya yang relatif sedikit. Padahal, dampaknya bisa sangat serius, bahkan mengancam fungsi organ vital secara permanen.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi Dina Nilasari mengatakan meski penyakit langka tergolong jarang, jika diakumulasikan secara global, jumlah penderitanya tetap signifikan. Hal tersebut menjadi tantangan karena pasien-pasien ini sering kali tidak diperhatikan atau neglected, dan pengobatannya tidak maksimal.
"Menurut World Health Organization (WHO), penyakit langka adalah kondisi yang dialami oleh sebagian kecil populasi, yakni kurang dari 1 dari 2.000 orang di suatu wilayah. Diperkirakan lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit langka," katanya.
Dokter Dina menjelaskan sekitar 80 persen penyakit langka bersifat genetik. Sebagian besar kasus muncul sejak masa kanak-kanak, meskipun tidak sedikit pula kondisi genetik yang baru terdeteksi ketika seseorang telah beranjak dewasa.
Penyakit langka dapat muncul di berbagai cabang kedokteran. Khusus di bidang ginjal, tercatat sedikitnya sekitar 400 diagnosis penyakit ginjal langka, salah satunya adalah Atypical Hemolytic Uremic Syndrome (aHUS) yang dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
aHUS termasuk dalam kelompok trombotik mikroangiopati (TMA), yakni kondisi yang ditandai kerusakan pembuluh darah kecil akibat aktivasi sistem komplemen bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berlangsung tidak terkendali. Aktivasi berlebihan ini memicu terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah kecil sehingga aliran darah ke berbagai organ vital terganggu dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Akibatnya, pasien dapat mengalami tiga kondisi utama yang membahayakan, dari penurunan jumlah trombosit, anemia akibat pecahnya sel darah merah (hemolisis), serta gangguan fungsi organ, terutama ginjal.
"Tanpa penanganan cepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen, kebutuhan dialisis, bahkan kematian," katanya.
Gejala
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Hayatun Nufus menjelaskan bahwa pasien kerap tidak menyadari kemungkinan menderita aHUS karena gejalanya menyerupai penyakit lain. Dalam praktiknya, banyak pasien telah berpindah dari satu dokter ke dokter lain sebelum mendapatkan kepastian diagnosis.
Kendati demikian, ada beberapa ciri gejala yang bisa dicurigai. aHUS kerap kali menyebabkan kelainan darah yang menyerupai trombositopenia, yakni jumlah trombosit kurang dari 150.000/mm³ atau terjadi penurunan lebih dari 25 persen dari nilai dasar.
Secara klinis, kondisi tersebut umumnya ditandai dengan tubuh yang mudah memar, perdarahan yang lebih mudah terjadi, serta luka kecil yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti berdarah.
Selain itu, pasien juga dapat mengalami anemia hemolitik, yaitu proses penghancuran sel darah merah yang menyebabkan kadar hemoglobin menurun. Gejalanya antara lain rasa lelah berlebihan, tubuh terasa lemah, hingga kulit yang tampak pucat akibat berkurangnya kapasitas darah dalam membawa oksigen.
#ahus #penyakit-langka #ginjal-permanen #trombotik-mikroangiopati #kerusakan-pembuluh-darah #sistem-kekebalan-tubuh #gagal-ginjal #anemia-hemolitik #gejala-ahus #trombositopenia #kelainan-darah #kompli