SKK Migas kawal implementasi FID Lapangan Gas Mako Anambas
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengawal implementasi final investment decision (FID) untuk pengembangan ...
(Antara) 02/03/26 16:53 152284
Jakarta (ANTARA) - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengawal implementasi final investment decision (FID) untuk pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Lapangan tersebut dioperasikan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL).
"Keputusan investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan KKKS untuk mempercepat pengembangan lapangan gas potensial. Lapangan Gas Mako diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gas nasional serta mendukung kebutuhan energi dalam negeri," ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Ia menegaskan SKK Migas akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai rencana, tepat waktu, tepat biaya, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap regulasi.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Lapangan Gas Mako. Tahap implementasi pasca-FID mencerminkan sinergi antara pemerintah dan KKKS dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Pengembangan proyek Mako memasuki rangkaian fase utama mulai dari pre FID pada 2025 hingga mencapai first gas pada Q4 2027.
Kegiatan mencakup engineering, procurement, konstruksi, pengeboran, instalasi offshore, hingga commissioning dan start up.
Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi sesuai jadwal untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Lapangan Gas Mako kini menjadi bagian dari investasi strategis yang dikembangkan melalui kerja sama pemerintah, WNEL sebagai operator, dan PT Nations Natuna Barat, entitas di bawah Arsari Group dan akan menjadi pemegang mayoritas hak partisipasi di Blok Duyung.
Sebagai bagian dari upaya memastikan kepastian komersialisasi gas, WNEL telah menandatangani perjanjian jual beli gas (gas sales agreement/GSA) dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai offtaker.
Penandatanganan GSA tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kelayakan proyek sekaligus menjamin penyerapan produksi gas Lapangan Mako untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.
Lapangan Gas Mako diperkirakan mulai berproduksi (onstream) pada kuartal IV 2027 dan diharapkan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sektor hulu migas Indonesia.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
#skk-migas #lapangan-gas-mako #pln-epi
https://www.antaranews.com/berita/5447274/skk-migas-kawal-implementasi-fid-lapangan-gas-mako-anambas