Qualcomm Bakal Komersialisasi 6G pada 2029, Konsumsi Energi Lebih Rendah dari 5G
Qualcomm targetkan komersialisasi 6G pada 2029 dengan konsumsi energi lebih rendah dari 5G, meski standar resminya belum selesai.
(Bisnis.Com) 03/03/26 13:03 153154
Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Qualcomm, menargetkan komersialisasi 6G pada 2029, meski standar resminya sendiri belum selesai dibuat.
Saat ini, aturan baku tentang seperti apa 6G seharusnya bekerja masih dalam tahap penyusunan. Namun, itu tidak menghentikan perusahaan-perusahaan besar untuk mulai memposisikan diri sebagai pemimpin di era berikutnya.
Nvidia mengumumkan mereka bekerja sama dengan berbagai mitra untuk membangun jaringan nirkabel generasi berikutnya berbasis AI. Intinya, mereka ingin jaringan masa depan lebih pintar, lebih fleksibel, dan bisa terus diperbarui lewat perangkat lunak tanpa harus sering mengganti perangkat keras.
Sementara itu, Qualcomm juga punya rencana serupa. Mereka membentuk koalisi sendiri untuk mengembangkan sistem 6G berbasis AI yang bertumpu pada tiga hal utama yaitu konektivitas, penginderaan area luas (kemampuan jaringan merasakan atau membaca lingkungan sekitar) dan komputasi berkinerja tinggi.
Menariknya, beberapa perusahaan besar seperti BT, Cisco, Deutsche Telekom, T-Mobile, Nokia, SK Telecom, dan Ericsson terlibat di kedua kubu.
Dilansir dari The Verge Selasa (3/3/2026), Qualcomm bahkan sudah menyebut target waktu. Mereka ingin di tahun 2028 ada validasi sistem awal dan uji coba pra komersial dan di tahun 2029 mulai peluncuran awal 6G secara global
Masalahnya, spesifikasi teknis resmi 6G sendiri belum final. Dua lembaga besar yang bertugas mengatur standar global, yaitu International Telecommunication Union (ITU) dan 3rd Generation Partnership Project (3GPP) memang sudah mulai menyusun kerangka kerja.
ITU bahkan merilis panduan IMT-2030 pada 2023. Namun hingga kini, detail teknis final untuk sistem 6G komersial masih dalam proses. Artinya, perusahaan-perusahaan ini sedang membangun visi bahkan mungkin prototipe untuk sesuatu yang definisinya saja belum sepenuhnya disepakati.
6G yang digambarkan oleh kedua perusahaan teknologi raksasa memiliki jaringan super cepat dengan latensi sangat rendah, dan sistem yang bisa mengelola lalu lintas data secara otomatis dan cerdas.
Selain itu, infrastruktur berbasis perangkat lunaknya bisa terus diperbarui dengan dukungan besar dan sistem AI di masa depan.
6G bukan cuma internet yang lebih cepat dari 5G, tetapi jaringan yang ikut berpikir dan menyesuaikan diri secara real time.
Namun, semua itu masih berupa visi. Tanpa standar resmi, istilah 6G saat ini lebih mirip janji masa depan dibanding produk nyata. Beberapa teknologi mungkin sudah mengklaim dirinya sebagai 6G, tetapi tanpa kesepakatan global klaim tersebut belum punya bobot kuat.
Sementara itu sejumlah penelitian memperkirakan efisiensi energi 6G per bit sekitar 10–100 kali lebih baik dibanding 5G, artinya jumlah data yang sama bisa dikirim dengan energi jauh lebih kecil.
Beberapa roadmap menyebut sasaran pemangkasan konsumsi energi jaringan rata‑rata hingga sekitar 50% dibanding baseline 5G, sambil tetap menaikkan kapasitas jaringan secara besar. (Nur Amalina)
#6g #qualcomm-6g #komersialisasi-6g #6g-2029 #6g-ai #jaringan-6g #6g-energi-rendah #6g-vs-5g #6g-global #6g-standar #6g-teknologi #6g-konektivitas #6g-penginderaan #6g-komputasi #6g-latensi-rendah #6g