BOJ Waspadai Efek Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Jepang, Suku Bunga Berpotensi Ditahan
BOJ waspadai dampak konflik Timur Tengah pada ekonomi Jepang, suku bunga kemungkinan ditahan. Harga minyak naik, memengaruhi inflasi dan nilai tukar.
(Bisnis.Com) 04/03/26 14:24 154742
Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) memperingatkan bahwa perang Israel-AS melawan Iran di Timur Tengah dapat menekan ekonomi Negeri Sakura. Pernyataan dari Gubernur BOJ Kazuo Ueda itu menambah ekspektasi bahwa bank sentral Jepang tidak akan mengubah kebijakan moneter dalam rapat bulan ini.
Gubernu BOJ Kazuo Ueda mengatakan perang di Timur Tengah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian global dan perekonomian Jepang melalui berbagai saluran, seperti harga minyak mentah dan energi lainnya, serta pasar keuangan internasional.
"Pada tahap ini, saya tidak dapat menyampaikan sesuatu yang bersifat pasti. Kami akan terus memantau dengan cermat perkembangan situasi di Timur Tengah serta dampaknya terhadap perekonomian di dalam dan luar negeri, serta pasar keuangan," kata Ueda, dikutip Bloomberg, Rabu (4/3/2026).
Ueda berjanji akan memantau perkembangan secara saksama seiring perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah mengguncang kawasan Timur Tengah.
Harga minyak dan gas melonjak ketika dunia sebagai imbas dari konflik yang disebut Presiden AS Donald Trump dapat berlangsung selama berminggu-minggu.
Sikap hati-hati Ueda mengindikasikan bahwa dia tidak memiliki keinginan kuat untuk menaikkan suku bunga acuan ketika bank sentral mengumumkan keputusan kebijakan pada 19 Maret 2026.
Meskipun bank sentral akan memantau secara ketat perang di Iran, Ueda juga kembali menegaskan sikap BOJ bahwa menaikkan suku bunga acuan merupakan langkah yang tepat apabila prospek ekonomi yang diperbarui setiap triwulan benar-benar terwujud.
Para pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 6% bahwa BOJ akan menaikkan suku bunga kebijakannya dari 0,75% bulan ini, sementara peluang tersebut meningkat menjadi sekitar 60% jika pertemuan bulan April turut diperhitungkan, berdasarkan harga di pasar overnight swaps.
Ueda memaparkan sejumlah kemungkinan jalur konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi perekonomian Jepang. Kenaikan biaya minyak dapat menekan tren harga dengan membebani perekonomian melalui depresiasi nilai tukar perdagangan (terms of trade). Sebaliknya, kondisi tersebut juga dapat mendorong inflasi inti melalui peningkatan ekspektasi harga apabila harga minyak terus naik.
Kementerian Ekonomi Jepang mencatat ketergantungan Jepang terhadap minyak dari Timur Tengah berada di kisaran 90% dan mencapai 95,1% pada Januari. Adapun, sebagian besar minyak tersebut dikirim ke Jepang melalui Selat Hormuz.
#boj #ekonomi-jepang #suku-bunga #timur-tengah #konflik-timur-tengah #harga-minyak #bank-of-japan #kebijakan-moneter #kazuo-ueda #perekonomian-global #pasar-keuangan #harga-energi #inflasi-jepang #nila