Meta Gandeng Media AS untuk Melatih Model AI, Nilai Kontrak Rp884 Miliar per Tahun

Meta Gandeng Media AS untuk Melatih Model AI, Nilai Kontrak Rp884 Miliar per Tahun

Meta menjalin kontrak Rp884 miliar per tahun dengan News Corp untuk melatih model AI menggunakan konten media, berlangsung selama tiga tahun.

(Bisnis.Com) 04/03/26 18:26 155180

Bisnis.com, JAKARTA — Meta resmi menjalin kemitraan lisensi kecerdasan artifisial (AI) dengan raksasa media News Corporation (News Corp).

Induk usaha Facebook tersebut akan menggunakan konten dari The Wall Street Journal dan berbagai merek media lainnya untuk melatih model AI serta memperkaya respons pada Meta AI.

Meta diperkirakan akan membayar News Corp hingga US$50 juta atau sekitar Rp884 miliar per tahun.

Kesepakatan ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan mencakup akses terhadap konten dari portofolio News Corp di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

CEO News Corp Robert Thomson mengatakan bahwa organisasi berita merupakan penyedia "input" yang sangat berharga bagi pengembangan teknologi AI. Dia menilai informasi dan berita terkini dari publikasi seperti The Times of London dan Dow Jones memiliki kredibilitas yang sulit ditandingi sebagai basis data pelatihan.

“Kami pada dasarnya adalah perusahaan penyedia input. Kami adalah input sebagaimana semikonduktor, pusat data, dan energi merupakan input [bagi ekosistem AI],” kata Robert Thomson dilansir dari The Guardian, Rabu, (4/03/2026).

Cakupan lisensi ini melibatkan publikasi besar seperti The Journal dan New York Post. Meski demikian, aset media News Corp di Australia, termasuk The Daily Telegraph dan Herald Sun, dilaporkan tidak termasuk dalam bagian dari kesepakatan dengan Meta tersebut.

Thomson menjelaskan bahwa News Corp menerapkan strategi "woo and sue" atau membujuk dan menuntut dalam menghadapi pengembang teknologi AI. Strategi ini menawarkan kemitraan bagi perusahaan yang bersedia membayar lisensi, namun tetap menyiapkan langkah hukum bagi pihak yang mengambil konten tanpa izin.

"Kami ingin Anda menjadi mitra kami. Namun, jika Anda mencuri konten kami, kami akan menuntut Anda," ujar Thomson.

Dia menambahkan bahwa perusahaan akan memberikan insentif bagi mitra yang kooperatif dan penalti bagi pihak yang melakukan perlawanan.

Juru bicara Meta mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan strategis tersebut. Sebelumnya, Meta juga telah menandatangani kontrak lisensi serupa dengan sejumlah media besar seperti USA Today, People, CNN, hingga Fox News.

Pihak Meta menyatakan bahwa integrasi berbagai sumber berita bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Meta AI dalam menyajikan informasi yang relevan dan tepat waktu. Saat ini, perusahaan tengah melakukan reorganisasi tim AI untuk mempercepat pengembangan model generasi terbaru.

Kerja sama ini memperkuat posisi News Corp di sektor AI setelah sebelumnya menyepakati kontrak lima tahun dengan OpenAI senilai US$250 juta pada 2024. Melalui kontrak tersebut, konten News Corp telah digunakan untuk memperkuat platform chatbot ChatGPT.

Langkah News Corp ini berbeda dengan pendekatan New York Times yang memilih untuk menuntut OpenAI dan Microsoft atas dugaan penggunaan konten tanpa izin. Industri media secara umum memandang integrasi AI ke dalam mesin pencari sebagai tantangan serius terhadap keberlanjutan jurnalisme profesional.

Di sisi lain, Meta terus memperkuat infrastruktur pendukung AI dengan investasi bernilai miliaran dolar. Tahun lalu, perusahaan menyepakati kerja sama senilai US$6 miliar dengan Corning untuk pengadaan kabel serat optik guna mendukung pusat data perusahaan.

#meta-ai #kontrak-meta #meta-news-corp #lisensi-ai #pelatihan-model-ai #meta-wall-street-journal #meta-news-corp-kerjasama #meta-ai-respons #meta-ai-konten #meta-ai-berita #meta-ai-pengembangan #meta-a

https://teknologi.bisnis.com/read/20260304/84/1957796/meta-gandeng-media-as-untuk-melatih-model-ai-nilai-kontrak-rp884-miliar-per-tahun