Penawaran Sukuk Ritel SR024 Dimulai Besok (6/3), Tawarkan Kupon 5,55% & 5,90%

Penawaran Sukuk Ritel SR024 Dimulai Besok (6/3), Tawarkan Kupon 5,55% & 5,90%

Sukuk ritel SR024 ditawarkan mulai 6 Maret 2026 dengan kupon 5,55% dan 5,90% untuk tenor 3 dan 5 tahun. Pembelian online tersedia hingga 15 April 2026.

(Bisnis.Com) 05/03/26 19:52 156375

Bisnis.com, JAKARTA – Sukuk ritel perdana 2026, SR024 mulai ditawarkan besok, Jumat (6/3/2026). Produk ini secara resmi ditawarkan dalam dua tenor, dengan kupon sebesar 5,55% dan 5,90% per tahun.

Melansir pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, SR024 ditawarkan dengan tenor 3 dan 5 tahun. SR024-T3 menawarkan imbal hasil sebesar 5,55% dan SR024-T5 menawarkan imbal hasil sebesar 5,90%.

Masing-masing investor dapat melakukan pemesanan sebesar maksimum Rp5 miliar terhadap SR024-T3 dan Rp10 miliar terhadap SR024-T5. Sementara itu, minimum pembelian produk ini sebesar Rp1 juta dan kelipatannya. Kedua produk ini juga memiliki imbalan berupa fixed coupon, dengan pembayaran secara periodik setiap bulan.

”Dalam rangka mendukung upaya pendalaman pasar keuangan domestik, pemerintah akan melakukan penjualan instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel kepada investor individu secara online, yaitu instrumen SR024T3 dan SR024T5,” katanya dalam pengumuman, Kamis (5/3/2026).

Produk ini memiliki underlying asset berupa proyek/kegiatan Kementerian/Lembaga pada APBN 2026. Produk ini sekaligus memiliki minimum holding period selama 1 kali pembayaran imbal hasil.

Pembayaran imbal hasil perdana produk ini akan jatuh pada 10 Mei 2026, dengan pembayaran imbal hasil dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan. Produk ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder selepas berakhirnya minimum holding period.

Nantinya, SR024 dapat dibeli secara online di 32 mitra distribusi yang telah ditetapkan pemerintah pada periode 6 Maret 2026 pukul 09.00 WIB—15 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Beberapa mitra distribusi produk ini antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), himbara, PT Bank Permata Tbk. (BNLI), BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, PT Bareksa Portal Investasi, hingga PT Bibit Tumbuh Bersama.

Sebelumnya, kalangan analis memprediksi imbal hasil SR024 berada pada rentang 5,40—6,00%. Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana, memprediksi angka tersebut telah mencerminkan permintaan premi risiko yang lebih tinggi dari investor di tengah volatilitas pasar akibat perang.

Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi, memprediksi imbal hasil dari SR024 akan berada pada level 5,4%—6,0%. Hal itu mempertimbangkan yield SBN di pasar sekunder dengan tenor serupa.

Head of Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto bahkan memprediksi DJPPR bakal memberikan imbal hasil sebesar 5,40—5,80%. Pasalnya, kondisi pasar dinilai tidak jauh berbeda dibandingkan periode penerbitan ORI029 sebelumnya.

“Antara 5,40 sampai 5,80%. Bisa jadi hampir sama [dengan ORI029] karena memang kondisi pasarnya sendiri tidak jauh berbeda,” kata Ramdhan.

Menilik data historis, penerbitan SR sebetulnya cukup dinanti pasar. Pada penerbitan SR perdana 2025, SR022 misalnya, DJPPR bahkan membukukan penjualan sebesar 132,57% dari target.

Dari Rp21 triliun target yang ditetapkan pemerintah, pasar cukup agresif menyerap produk ini hingga total penjualan mencapai Rp27,84 triliun.

Realisasi itu bahkan terjadi dalam fakta imbal hasil yang ditawarkan SR022 cenderung kecil dibandingkan dengan kupon yang ditawarkan 2 SBN Ritel lainnya yang terbit pada periode suku bunga 5,75%.

Saat itu, SR022 menawarkan imbal hasil sebesar 6,45% dan 6,55% atau jauh dibandingkan dengan ORI027 sebagai SBN Ritel perdana 2026 yang menawarkan imbal hasil sebesar 6,65%—6,75%.

Namun, kondisinya agak berbeda dengan SR023 yang hanya membukukan penjualan Rp18,73 triliun atau 93,65% dari target. Saat itu, suku bunga BI gencar dipangkas dan membuat SR023 menawarkan imbal hasil sebesar 5,80% dan 5,95%, terpaut cukup jauh dibandingkan SBR014 yang diterbitkan sebelumnya dengan imbal hasil 6,25% dan 6,35%.

Selama jarak penerbitan SBR014 dan SR023, BI memangkas suku bunga hingga 50 bps. Kalangan analis saat itu menilai, pasar masih mengekspektasikan imbal hasil yang sama besarnya dengan SBR014. Tak pelak, SR023 menjadi SBN Ritel yang mencatatkan penjualan terkecil sepanjang 2025.

#sr024 #sukuk-ritel #kupon-5 #55 #kupon-5 #90 #tenor-3-tahun #tenor-5-tahun #imbal-hasil #fixed-coupon #sbsn-ritel #minimum-holding-period #pasar-sekunder #mitra-distribusi #pembelian-online #apbn-2026

https://market.bisnis.com/read/20260305/92/1958135/penawaran-sukuk-ritel-sr024-dimulai-besok-63-tawarkan-kupon-555-590