Indeks Bisnis-27 Ditutup Lesu, Saham BRPT, BUMI hingga MEDC Jadi Pemberat

Indeks Bisnis-27 Ditutup Lesu, Saham BRPT, BUMI hingga MEDC Jadi Pemberat

Indeks Bisnis-27 turun 2,10% ke 508,48 pada 6 Maret 2026, dipengaruhi pelemahan saham BRPT, BUMI, dan MEDC. Konflik Timur Tengah dan kebijakan AS turut berdampak.

(Bisnis.Com) 06/03/26 16:23 157216

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup parkir zona merah pada perdagangan hari ini Jumat (6/3/2026) seiring pelemahan mayoritas saham konstituen mulai dari BRPT hingga MEDC.

Berdasarkan data IDX Mobile, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia tersebut turun 10,91 basis point atau melemah 2,10% ke level 508,48 dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 506,35 hingga 518,40. Dari total 27 konstituen, tercatat 19 saham melemah dan hanya 8 saham yang menguat.

Sejumlah saham yang terpantau menahan laju penguatan indeks adalah saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) terkoreksi sebesar 8,46% ke level Rp9.200, disusul saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 4,89% ke level Rp1.555, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) anjlok 4,26% ke level Rp1.125.

Berikutnya saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) merosot 4,17% ke level Rp230, diikuti saham PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 3,16% ke level Rp6.125, serta saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 3,01% ke level Rp4.980.

Sebaliknya penguatan indeks terutama ditopang oleh kenaikan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menguat 1,87% ke level Rp1,360, disusul saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 1,26% ke level Rp2.010, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 0,86% ke level Rp2.350, disusul PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebesar 0,8% ke level Rp6.275.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mengatakan Salah satu dampak perang di Timur Tengah adalah kenaikan harga energi yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. IMF mengatakan konflik tersebut menguji ketahanan ekonomi global.

Sementara itu AS menyusun peraturan yang akan membatasi pengiriman chip AI di seluruh dunia tanpa persetujuan pemerintah AS. Peraturan yang diusulkan akan mengharuskan perusahaan untuk meminta persetujuan AS untuk hampir semua ekspor akselerator AI dari perusahaan seperti Nvidia dan AMD. Ini akan menjadi perluasan global dari pembatasan yang saat ini mencakup sekitar 40 negara.

Dari domestik investor menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Februari 2026, yang berpotensi kembali mengalami penurunan di tengah berlanjutnya depresiasi Rupiah (6/3). Dari AS (6/3), ada sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis, yaitu nonfarm payrolls dan unemployment rate bulan Februari 2026, serta retail sales Januari 2026.

Menurut konsensus, data nonfarm payrolls diperkirakan melambat menjadi 59 ribu di Februari 2026 dari 130 ribu di Januari 2026. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 4.3%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#indeks-bisnis-27 #saham-brpt #saham-bumi #saham-medc #zona-merah-saham #pelemahan-saham #indeks-saham-hari-ini #saham-inkp #saham-mapi #saham-asii #saham-nckl #saham-myor #saham-jpfa #saham-indf #harg

https://market.bisnis.com/read/20260306/7/1958397/indeks-bisnis-27-ditutup-lesu-saham-brpt-bumi-hingga-medc-jadi-pemberat