Starlink V2 Bidik Kecepatan 150 Mbps, Layanan 5G Langsung dari Langit Tanpa BTS

Starlink V2 Bidik Kecepatan 150 Mbps, Layanan 5G Langsung dari Langit Tanpa BTS

Starlink V2 dari SpaceX akan meluncurkan satelit generasi kedua pada 2027 untuk menyediakan layanan 5G langsung dari langit dengan kecepatan hingga 150 Mbps tanpa BTS.

(Bisnis.Com) 09/03/26 16:40 159389

Bisnis.com, JAKARTA — Unit satelit dari SpaceX, Starlink, tengah mempersiapkan peluncuran konstelasi satelit generasi kedua (V2). Jaringan baru yang dijadwalkan mulai mengorbit pada pertengahan 2027 ini dirancang untuk memberikan pengalaman konektivitas broadband yang setara dengan teknologi 5G, tanpa menggunakan pemancar internet atau base transceiver station (BTS) di bumi.

Satelit generasi V2 ini diproyeksikan mampu mencapai kecepatan unduh maksimum hingga 150 Mbps dalam kondisi optimal. Selain peningkatan kecepatan, Starlink mengklaim densitas data pada generasi terbaru ini akan meningkat hingga 100 kali lipat dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya (V1).

Senior Vice President of Engineering Starlink di SpaceX Michael Nichols mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk menyediakan layanan seluler yang memiliki performa serupa dengan jaringan kabel di daratan.

Pembaruan ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas pemindaian web, layanan streaming, hingga stabilitas panggilan suara bagi pengguna.

“Tujuan Starlink Mobile adalah memberikan pengalaman konektivitas yang mirip dengan jaringan terestrial,” kata Michael Nichols dalam Mobile World Congress dilansir dari Tom’s Hardware, Senin (9/3/2026).

Nichols menjelaskan bahwa konstelasi V2 memiliki kemampuan throughput sekitar 20 kali lebih besar per satelit. Peningkatan teknis ini memungkinkan sistem berfungsi layaknya menara seluler di orbit rendah bumi (LEO) yang dapat terhubung langsung dengan ratusan model ponsel LTE yang sudah ada saat ini.

SpaceX berencana melakukan peluncuran massal dengan membawa lebih dari 50 satelit V2 dalam setiap misi mulai pertengahan 2027. Perusahaan menargetkan penyelesaian seluruh konstelasi utama dalam jangka waktu enam bulan guna memastikan ketersediaan layanan secara global.

Secara keseluruhan, perusahaan berencana menempatkan hingga 15.000 satelit baru untuk mendukung ambisi layanan "5G dari ruang angkasa" tersebut. Saat ini, sejumlah satelit V2 Mini telah mulai dioperasikan sebagai solusi transisi untuk menjembatani kesenjangan performa antar generasi.

Keunggulan utama dari satelit V2 adalah kemampuannya untuk beroperasi dengan ponsel standar tanpa memerlukan antena atau perangkat keras khusus. Nantinya, akan terjadi transisi koneksi yang mulus bagi pengguna saat berpindah dari jangkauan menara seluler terestrial ke jaringan satelit.

Starlink telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah operator telekomunikasi global untuk menutup celah jangkauan internet. Salah satunya adalah kerja sama dengan Deutsche Telekom yang diproyeksikan mulai memanfaatkan jaringan satelit Starlink di Eropa pada 2028.

Di Amerika Serikat, Starlink menggandeng T-Mobile untuk memastikan sinkronisasi antara jaringan satelit dan infrastruktur darat tetap stabil tanpa degradasi layanan. Kemitraan ini diharapkan dapat mengatasi kendala sinyal di wilayah geografis yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel konvensional.

Selain itu, kehadiran satelit V2 juga ditujukan untuk meningkatkan stabilitas sinyal di wilayah kutub bumi. Selama ini, jaringan telekomunikasi tradisional seringkali mengalami gangguan koneksi yang tidak stabil di area ekstrem tersebut.

Layanan satelit-ke-ponsel yang kini dikenal sebagai Starlink Mobile telah memulai peluncuran komersial terbatas sejak pertengahan 2025. Pada tahap awal, layanan tersebut masih terbatas pada pengiriman pesan teks dan penggunaan data ringan di beberapa wilayah tertentu.

Kendati demikian, realisasi kecepatan 150 Mbps sangat bergantung pada keberhasilan SpaceX dalam meluncurkan jumlah satelit yang mencukupi. Industri kini memantau sejauh mana perkembangan proyek Starship milik SpaceX mampu mempercepat penempatan satelit V2 yang secara fisik lebih besar dan lebih berat.

Efektivitas dari densitas data 100 kali lipat ini akan menjadi faktor penentu dalam persaingan Starlink dengan operator internet kabel tradisional. Keberhasilan implementasi penuh konstelasi ini diharapkan dapat mengubah peta kompetisi infrastruktur telekomunikasi global di masa depan.

#starlink-v2 #kecepatan-150-mbps #layanan-5g #tanpa-bts #satelit-spacex #konektivitas-broadband #teknologi-5g #satelit-generasi-kedua #starlink-mobile #throughput-satelit #peluncuran-massal #jaringan-s

https://teknologi.bisnis.com/read/20260309/101/1958987/starlink-v2-bidik-kecepatan-150-mbps-layanan-5g-langsung-dari-langit-tanpa-bts