Pengusaha Telekomunikasi RI Masih Pelajari Arah Pengembangan 6G
Industri telekomunikasi Indonesia masih mematangkan konsep 6G, sementara BRIN mendorong riset domestik untuk mengurangi ketergantungan teknologi luar.
(Bisnis.Com) 09/03/26 17:58 159487
Bisnis.com, JAKARTA— Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebut industri telekomunikasi dalam negeri saat ini masih mematangkan konsep 6G, meski demikian tidak dipungkiri bahwa teknologi keenam ini merupakan salah satu teknologi masa depan.
Terkait apakah operator di Indonesia telah memiliki peta jalan atau inisiatif awal untuk pengembangan maupun kajian teknologi 6G, Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir mengatakan pihaknya masih melakukan kajian internal.
“Kami masih pelajari dulu secara internal,” kata Marwan saat dihubungi Bisnis pada Senin (9/3/2026).
Secara global, sejumlah perusahaan teknologi telah mulai mengarah pada pengembangan 6G. Beberapa kawasan seperti China, Eropa, Korea Selatan, dan Taiwan bahkan telah melakukan uji coba terhadap teknologi tersebut.
Sementara itu, Indonesia saat ini masih menjadi pasar bagi teknologi generasi sebelumnya. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mendorong pengembangan teknologi pendukung 6G dari sisi riset domestik.
BRIN memacu pengembangan infrastruktur perangkat keras guna menyambut era jaringan komunikasi nirkabel generasi keenam (6G).
Riset tersebut berfokus pada perancangan antena mikrostrip berdimensi sangat kecil serta pemanfaatan satelit orbit rendah. Persiapan teknologi secara mandiri ini dinilai penting agar Indonesia siap menghadapi komersialisasi jaringan 6G yang diproyeksikan mulai hadir sekitar 2030.
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Telekomunikasi BRIN Yohanes Galih Adhiyoga mengatakan perancangan antena single layer dan multilayer menjadi penting mengingat keterbatasan ruang pada perangkat masa depan.
Desain antena tersebut harus diperhitungkan secara matang karena satu telepon seluler nantinya akan memuat berbagai antena sekaligus.
“Kita tidak mungkin memiliki antena yang dimensinya melebihi ukuran telepon seluler itu sendiri. Oleh karena itu, antena harus dirancang sekecil mungkin agar dapat ditempatkan di dalam perangkat,” kata Yohanes dikutip dari siaran resmi, Sabtu (7/3/2026).
Selain untuk perangkat seluler, tim peneliti juga mengadopsi konsep teknologi satelit orbit rendah seperti Starlink melalui pengembangan sistem phased array untuk komunikasi satelit. Sistem ini memungkinkan arah pancaran sinyal bergerak mengikuti lintasan satelit secara elektronik tanpa memerlukan pergerakan komponen mekanis.
Seluruh proses fabrikasi dan pengujian komponen dilakukan di laboratorium BRIN menggunakan perangkat yang mampu mengukur frekuensi hingga 110 gigahertz.
Inisiatif riset domestik tersebut merupakan respons terhadap dinamika kompetisi global yang bergerak cepat menuju era 6G. Berbeda dengan jaringan generasi kelima (5G) yang menggunakan spektrum millimeter-wave, 6G diperkirakan akan beroperasi pada pita frekuensi sub-terahertz hingga terahertz.
Lompatan frekuensi tersebut mendorong pelaku industri global mengembangkan material canggih jenis metakomposit untuk menghasilkan transmisi sinyal dan bandwidth yang optimal.
Secara teknis, jaringan 6G ditargetkan mampu mencapai tingkat latensi mikrodetik, atau sekitar seribu kali lebih cepat dibandingkan batas latensi 5G. Berdasarkan proyeksi para pakar industri, kecepatan transfer data 6G berpotensi menembus hingga satu terabit per detik pada kondisi ideal.
Kemampuan transmisi yang sangat tinggi ini membuka peluang bagi berbagai layanan baru bernilai tambah, seperti video holografik serta sistem kontrol jarak jauh industri yang presisi secara real-time.
Dari sisi operasional dan ekonomi, era 6G juga diperkirakan akan mengubah orientasi bisnis operator telekomunikasi global. Ke depan, arsitektur jaringan 6G diproyeksikan lebih berfokus pada kebutuhan korporasi dan kawasan industri.
#6g-indonesia #teknologi-6g #pengembangan-6g #industri-telekomunikasi #riset-6g #antena-mikrostrip #satelit-orbit-rendah #jaringan-komunikasi #brin #infrastruktur-6g #frekuensi-terahertz #latensi-mikro