Pakar Transportasi Kritik Rencana Bahlil Konversi 120 Juta Motor Listrik

Pakar Transportasi Kritik Rencana Bahlil Konversi 120 Juta Motor Listrik

Pakar transportasi kritik rencana Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait program konversi motor listrik, usul fokus pada elektrifikasi transportasi publik.

(Bisnis.Com) 10/03/26 11:26 160157

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar transportasi mengkritik rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mengonversi sebanyak 120 juta motor konvensional menjadi motor listrik.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Haris Muhammadun menyampaikan, pilihan paling bijak dalam melakukan transisi energi adalah konversi bus dan mobil penumpang umum menjadi listrik, bukan kendaraan pribadi.

“MTI mengusulkan lebih tepat percepatan elektrifikasi bus dan mobil penumpang umum, untuk transportasi publik di perkotaan dan perdesaan,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip pada Selasa (10/3/2026).

Bukan tanpa sebab, MTI memandang pemerintah lagi-lagi mengarah pada insentif kendaraan pribadi. Padahal sektor transportasi publik telah lebih dahulu termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025—2045, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025—2029, dan Asta Cita.

Misalnya, dalam RPJMN yang menjadi acuan pembangunan 5 tahunan, tertulis mandat untuk pengembangan perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan massal serta membangun kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara janji Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming dalam Asta Cita 2, yakni mengurangi ketergantungan pada subsidi bahan bakar dan energi fosil dan mendorong sistem perkotaan yang rendah emisi dan efisien energi.

Jadi bagaimana mendorong pembangunan yang adil dari bawah ke atas di satu kota, juga mengurangi beban ekonomi dan emisi.

Dirinya pun was-was pemerintah salah langkah dengan wacana yang muncul ini, usai gaduh penutupan Selat Hormuz dan kekhawatiran pasokan BBM.

“Jadi jangan serta-merta gara-gara Selat Hormuz ditutup, malah melakukan prioritas untuk konversi 120 juta sepeda motor, yang notabene itu adalah angkutan pribadi. Tapi bagaimana dengan apa yang sudah tercanang dalam RPJPN, RPJMN dan asas cita Pak Presiden sendiri,” tegas Haris.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan konversi kendaraan roda dua secara bertahap. Saat ini, terdapat sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin di Indonesia yang menjadi sasaran program konversi menjadi motor listrik.

Selama ini program konversi sebenarnya sudah berjalan dengan skala terbatas. Pemerintah sebelumnya menargetkan sekitar 200.000 motor per tahun untuk dikonversi dari mesin bensin ke motor listrik. Namun, Bahlil melanjutkan bahwa perkembangan teknologi membuat biaya konversi semakin murah.

“Sekarang sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, sekitar Rp5–6 juta. Jadi ke depan semakin murah,” jelasnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema dukungan agar masyarakat lebih mudah mengikuti program konversi tersebut. Bahlil menyebut, pemerintah kemungkinan akan memberikan bentuk bantuan atau insentif tertentu untuk meringankan biaya konversi bagi masyarakat.

“Pemerintah akan hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” ucapnya.

#motor-listrik #konversi-motor-listrik #bahlil-lahadalia

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260310/98/1959194/pakar-transportasi-kritik-rencana-bahlil-konversi-120-juta-motor-listrik